alexametrics

MotoGP 2019

Besok, Pengadilan Banding FIM Bakal Umumkan Nasib Ducati

loading...
Besok, Pengadilan Banding FIM Bakal Umumkan Nasib Ducati
Pengadilan Banding FIM akan memutus hasil banding pengaduan empat tim (Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki) terkait kasus perangkat aerodinamika tim Ducati pada Jumat (22/3/2019) / Istimewa
A+ A-
JENEWA - Pengadilan Banding FIM akan memutus hasil banding pengaduan empat tim (Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki) terkait kasus perangkat aerodinamika tim Ducati pada Jumat (22/3/2019). Apapun keputusannya, hubungan antara pabrikan MotoGP bakal menjadi tegang.

Aerodinamika motor Desmosedici GP19 Ducati menuai kritikan dari empat tim Pabrikan MotoGP setelah Andrea Dovizioso memenangkan seri pembuka MotoGP di Grand Prix Qatar, pertengahan bulan ini. Apapun keputusannya nanti, Ducati maupun keempat tim diberi waktu selama lima hari untuk membuat banding ke Pengadilan TAS/CAS.

Keputusan akhir kemudian akan diumumkan sebelum seri kedua MotoGP berlangsung di Argentina pada 31 Maret mendatang. Jelang putusan Pengadilan Banding FIM, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola mengatakan bahwa ia merasa dirugikan jika Ducati diperbolehkan menggunakan aerodinamika.



"Saya menyadari bahwa di MotoGP situasi tertentu dibahas di antara tim, mungkin secara tidak resmi, tetapi jika ada aturan, Anda harus menegakkannya. Dan jika Anda harus mendiskusikannya, Anda harus melakukannya secara resmi," kata Rivola.

"Demi kebaikan kejuaraan, kita harus mengambil kesempatan ini untuk menertibkan dan memulai dari sana. Jika di MotoGP Anda tidak bisa melakukan itu maka itu masalah lain. Kita tidak boleh berpikir buruk, jadi kita berpikir bahwa direktur teknis telah salah menafsirkan lampiran aerodinamis dengan mana Ducati berpacu. Jika dia dengan itikad baik, dia sekarang harus menjelaskan bahwa dia telah salah paham terkait solusi ini, dan karena itu aturannya harus diulang," tambah Rivola.

Sekadar informasi, regulasi Teknis FIM 2019 melarang: "Perangkat atau bentuk menonjol dari fairing atau bodywork dan tidak terintegrasi dalam perampingan (contoh sayap, sirip, tonjolan, dan lain-lain) yang dapat memberikan efek aerodinamika (misal menghasilkan downforce, mengganggu timbulnya aerodinamika, dan lain-lain)."

Menyoal kemenangan Dovizioso pada seri pembuka GP Qatar, Rivola mengusulkan solusi untuk tidak menghukum runner up MotoGP musim lalu. Dikatakannya, biarkan dia dengan kemenangannya tapi Ducati harus berbenah menghadapi seri berikutnya untuk tidak menggunakan sayap tambahan.

"Tidak boleh ada reaksi. Dovizioso mempertahankan kemenangannya di Qatar, dan di GP Argentina nanti Ducati kembali dengan motor tanpa sayap," pungkas Rivola.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak