alexametrics

Tiga Potensi Hasil Sidang, Akankah Ducati Didiskualifikasi?

loading...
Tiga Potensi Hasil Sidang, Akankah Ducati Didiskualifikasi?
Hari ini, Selasa (26/3), Hakim Pengadilan Banding FIM rencananya bakal membacakan putusan terkait perangkat yang digunakan pembalap tim Ducati selama mengaspal di Losail, Qatar / Istimewa
A+ A-
JENEWA - Hari ini, Selasa (26/3), Hakim Pengadilan Banding FIM rencananya bakal membacakan putusan terkait perangkat yang digunakan pembalap tim Ducati yakni Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci pada Desmosedici GP19 selama menjalani balapan seri pertama MotoGP di Grand Prix Qatar. Sebelum mengetahui apakah Ducati memenangkan gugatan empat tim (Aprilia, KTM, Suzuki, dan Honda) atau tidak?

GPOne menganalisis dari tiga potensi yang bakal dibacakan hakim pada putusan sidang nanti. Salah satunya membahas mengenai kemenangan Dovizioso di Sirkuit Losail.

Ini sangat menarik mengingat dua dari empat tim yang melakukan gugatan ke Pengadilan Banding FIM diduga ingin mencabut kemenangan Dovizioso di Losail. Itu sebagaimana disampaikan Massimo Rivola selaku Direktur Balap Aprilia Racing.



Rivola menekankan bahwa pihaknya tidak pernah menuntut kemenangan Andrea Dovizioso pada seri perdana MotoGP di Grand Prix Qatar dibatalkan. Pernyataan itu disampaikannya jelang bacaan putusan Pengadilan Banding FIM terkait penggunaan sayap belakang pada motor Desmosedici GP19.

"Kami tidak pernah menuntut agar kemenangan Dovizioso dibatalkan, setidaknya bukan kami dan Suzuki," kata Rivola. (Baca juga: Siapa Dalang di Balik Skenario Batalkan Kemenangan Dovizioso?)

Berikut Tiga Analisis GPOne Jelang Putusan Pengadilan Banding FIM:


1. Komponen aero Ducati Legal

Ini akan menjadi kemenangan besar bagi Ducati, itu artinya komponen tersebut sepenuhnya sah dan hanya digunakan untuk mendinginkan ban belakang. Di dalam perkara ini, tentu saja kemenangan Dovizioso di Qatar tidak akan diganggu gugat dan Desmosedici bisa terus menggunakan komponen tersebut.

Ini juga berarti bahwa pabrikan-pabrikan lainnya bisa juga mengembangkan komponen yang sama, dan hanya masalah waktu saja sebelum komponen itu dipasang di setiap motor di atas lintasan.

2. Ducati Didiskualifikasi

Pengadilan Banding FIM juga bisa setuju dengan tim-tim yang protes karena klaim bahwa komponen tersebut digunakan untuk menghasilkan downforce. Dengan demikian, Desmosedici yang sudah menjalani balapan (dan menang) di Qatar tidak sah sehingga bisa didiskualifikasi dari balapan.

Kemenangan Dovizioso di Losail pun akan dibatalkan, begitu pula dengan Petrucci yang finis keenam. Sudah pasti ini akan menjadi hukuman terberat bagi para pebalap Ducati.

Ada juga opsi yang diramalkan oleh regulasi, yaitu mengurangi poin yang dikantongi Ducati di hanya klasemen pabrikan. Kemenangan Dovizioso tetap disahkan, dan Ducati akan memulai seri kedua dengan nol poin di klasemen pabrikan.

3. Kemenangan Dovizioso Tetap Sah, Komponen Tidak

Putusan yang terakhir ini dipandang sebagai yang paling memungkinkan. Pengadilan Banding bisa saja mengonfirmasi hasil di Qatar tapi melarang komponen tersebut digunakan lagi mulai dari MotoGP Argentina. Itu sesuai dengan tuntutan empat tim yang protes.

Perkiraan putusan tersebut mirip dengan apa yang terjadi di Formula 1 pada tahun lalu dengan mobil-mobil Mercedes. Meski tidak ilegal sepenuhnya, tapi tim lantas memutuskan untuk meninggalkan solusi tersebut untuk menghindari protes di kemudian hari.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak