alexametrics

Petinju Kelas Berat Inggris Didiskualifikasi Gara-gara Gigit Lawan

loading...
Petinju Kelas Berat Inggris Didiskualifikasi Gara-gara Gigit Lawan
Pertandingan tinju kelas berat Inggris berakhir dengan kekacauan setelah seorang petinju menggigit lawannya dan didiskualifikasi, Sabtu (30/3/2019)/Foto/Reuters/theguardian.com
A+ A-
LIVERPOOL - Pertandingan tinju kelas berat Inggris berakhir dengan kekacauan setelah seorang petinju menggigit lawannya dan didiskualifikasi pada pertarungan di M&S Bank Arena, Liverpool, Sabtu (30/3/2019) malam waktu setempat.

Pertarungan yang direncakan berlangsung 10 ronde antara David Price dan Kash Ali dihentikan di ronde kelima. Insiden itu terjadi saat Price, 35 tahun, melakukan pukulan telak pada petinju asal Birmingham berusia 27 tahun yang sebelumnya tidak terkalahkan.

Ali kemudian bereaksi dengan mendorong Price, mantan partner tandingnya, ke kanvas di mana dia terlihat menggigit Price yang asli Liverpool. Gigitannya, meninggalkan bekas jelas di dekat tulang rusuknya.
Petinju Kelas Berat Inggris Didiskualifikasi Gara-gara Gigit Lawan

Laman British Boxing Board of Control mengatakan Ali didiskualifikasi, dengan kemenangan diberikan kepada Price.



"Aturan #1. Jangan menggigit Scouser (orang dari Liverpool) di Liverpool," kicau promotor tinju Eddie Hearn di akun resmi Twitter miliknya.

Para penonton di venue pun beraksi kepada Ali. Mereka melempar minuman ke arah Ali saat dia dikawal menjauh dari ring.

"Dia seharusnya tidak diizinkan lagi kembali di ring tinju," kata mantan petinju Inggris Tony Bellew kepada Sky Sports.

Peristiwa petinju menggigit lawan yang sangat terkenal terjadi tahun 1997, saat petinju kelas berat AS, Mike Tyson, menggigit duan telinga Evander Holyfield. Tyson didiskualifikasi, didenda USD3 juta (Rp42,7 miliar), dan lisensi tinju Nevada-nya dicabut selama satu tahun.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak