alexametrics

Verstappen Berambisi Meraih Podium Utama di Grand Prix China

loading...
Verstappen Berambisi Meraih Podium Utama di Grand Prix China
Verstappen Berambisi Meraih Podium Utama di Grand Prix China
A+ A-
SHANGHAI - Max Verstappen berambisi meraih podium di Grand Prix (GP) China, Minggu (14/4). Ambisi tersebut untuk mempertahankan kesukesan Red Bull Racing di Sirkuit Shanghai Internasional musim lalu. Saat itu, pembalap Red Bull Daniel Ricciardo menjadi yang tercepat. Namun hengkangnya pembalap Australia itu ke Renault pada Formula One (F1) musim ini, membuat Verstappen menjadi tumpuan.

Meski begitu, dia sangat yakin bisa melanjutkan catatan positif timnya tersebut. “GP China selalu menjadi tempat yang baik untuk berlari karena trek menawarkan banyak kemungkinan untuk dilewati," kata Verstappen dalam sebuah wawancara di f1only.fr dilansir gpblog. “Saya berharap memiliki balapan yang mengasyikkan,” lanjutnya.

Pada musim lalu, Verstappen mendapatkan hasil yang kurang mengesankan di Shanghai. Dia hanya mampu menyelesaikan balapan di peringkat kelima. Sedangkan capaian terbaiknya ketika menempati podium ketiga pada 2017. Namun, dia tetap merasa optimis dengan melihat karakter sirkuit yang dinilai sangat cocok dengan karakter membalapnya.



Bukan hanya itu, pembalap berusia 21 tahun ini juga menambahkan bahwa dirinya memiliki peluang lebih cepat di sektor pertama. Sebab, itu benar-benar menjadi kesempatan untuk menjauhkan diri dari pesaingnya karena memiliki beberapa tikungan yang sangat cocok dengan performa timnya.

Apalagi, dia juga terkenal dengan cara gaya balapnya yang agresif. “Tempat ini juga memiliki trek yang bisa sangat sulit pada bagian ban kiri depan. Jadi selama balapan, kami akan selalu mencoba menggunakan kecepatan lebih banyak pada tikungan ini (sektor satu),” ucap Verstappen.

Yang jelas, Verstappen sangat berharap bisa mendapatkan kemenangan pertamanya pada musim ini. Meski mengawali balapan pertama di Melbourne dengan menempati podium ketiga, dia mengalami hasil kurang memuasakan pada balapan kedua. Saat balapan di Bahrain, pembalap kelahiran Hassell, Belgia, 30 September 1997 ini harus puas di peringkat keempat.

Penasihat Balap Red Bull Racing Helmut Marko memang merasa timnya sudah memiliki kemajuan dengan menggunakan mesin Honda pada F1 2019. Sebab, mereka tak menampik mnasih memiliki kekuarangan dari daya tenaga mobil RB 15 milik para pembalapnya. Namun hasil tes di Bahrain selama dua hari, sudah memiliki dampak positif jelang balapan di Shanghai.

“Pengujian sangat baik dan berwawasan luas, kami telah menemukan masalah yang kami miliki selama balapan akhir pekan lalu, dan sekarang dapat mengambil tindakan secara nyata. Kita berharap masalah itu telah selesai sebelum tiba di Shanghai,” ungkap Marko.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak