alexametrics

Piala Presiden 2019

Piala Presiden 2019 : Siapa Kuat di Jawa Timur?

loading...
Piala Presiden 2019 : Siapa Kuat di Jawa Timur?
Pelatih dan pemain Arema FC, Milomir Seslija dan Arthur Cunha da Roca, berfoto bersama pelatih dan pemain Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro dan Abdul Rohim. KORAN SINDO/YUSWANTORO
A+ A-
MALANG - Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, bakal menjadi pagung bagi dua tim yang memiliki tradisi kuat di Jawa timur (Jatim), Arema FC dan Persebaya Surabaya. Siapa paling kuat di Jatim?

Dua tim besar di Jatim, yang selalu terlibat rivalitas dengan tensi tinggi ini, akan bersua di pertandingan kedua Final Piala Presiden 2019, Jumat (12/4/2019) pukul 20.00 WIB. Duel kedua tim ini, tentunya selalu menghadirkan aroma panas penuh rivalitas.

Cerita panjang pertemuan kedua tim di masa lalu, tentunya akan menghadirkan gairah tinggi, dan mengaduk emosi para penikmat sepak bola tanah air. Tim Singo Edan, akan bertindak sebagai tuan rumah, setelah mampu bermain trengginas dengan menahan imbang tim Bajol Ijo di Stadin Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, pada pertandingan pertama Final Piala Presiden 2019, Selasa (9/4/2019).



Hasil imbang 2-2, tentunya menjadi modal besar bagi Arema FC, untuk merengkuh kembali Piala Presiden, setelah sebelumnya tim kebanggaan Arek-arek Malang ini, mampu membawa pulang piala tersebut pada tahun 2017 silam.

Apalagi, puluhan ribu Aremania-julukan suporter Arema FC-bakal memenuhi setiap sudut tribun Stadion Kanjuruhan, untuk memberikan dukungan bagi tim kebanggaannya. Menang agregat gol di kandang lawan, dan kini bermain di kandang sendiri, tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi Hamka Hamzah dkk. Mereka lebih diunggulkan untuk merengkuh gelar juara.

Tetapi, hal itu tidak boleh membuat para penggawa Singo Edan jemawa. Masih ada 90 menit pertadingan yang harus mereka tuntaskan, agar impian meraih juara di pra-musim ini dapat menjadi kenyataan.

Kondisi itu juga disadari pelatih Arema FC, Milomir Seslija. Menurutnya, para pemain harus bisa konsentrasi dan fokus menjalani pertandingan final kedua ini, untuk bisa merebut gelar juara.

"Kita butuh kerja keras, karena besok merupakan pertandingan berat dan Persebaya merupakan tim yang bagus. Saya yakin, para pemain akan bermain bagus, sehingga hasilnya juga akan baik," tegasnya.

Saat ini, kondisi tim yang diasuhnya, diakui sudah berada dalam kondisi terbaik. Seusai pertandingan final pertama usai, para pemain langsung difokuskan untuk pemulihan dan mengurangi rasa lelah serta sakit.

"Proses pemulihan berjalan bagus, seluruh pemain siap untuk diturunkan. Mereka bermain bagus saat di Surabaya, antar pemain bisa saling mengisi. Saya berharap, para pemain Persebaya juga akan bermain profesional, tidak bermain curang," tuturnya.

Dia meminta para pemainnya untuk bermain pintar, karena yang dihadapi merupakan tim bagus. Dukungan dari para Aremania, juga diharapkannya akan memberikan motivasi berlipat bagi para pemain.

Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh pemain belakang Arema FC, Arthur Cunha Da Roca. Menurutnya, final belum selesai, sehingga para pemain masih harus bekerja lebih keras lagi untuk menjadi juara.

"Saya percaya semua akan bekerja keras dan bermain bagus, karena final belum selesai. Kami akan bermain dengan penuh optimis, untuk meraih juara," tegasnya.

Sementara di kubu lawan, tidak sedikitpun ada rasa gentar bermain di kandang Singo Edan. Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro menegaskan, para pemainnya sudah siap bermain dan memberikan perlawanan sengit.

"Secara agregat gol memang Arema FC lebih diuntungkan, apalagi mereka bermain di kandang sendiri. Tetapi bagi kami peluang itu masih ada. Tidak ada yang tidak mungkin untuk bisa meraih juara di Malang," tegasnya.

Mantan pemain Timnas Indonesia ini, juga menegaskan, telah memberikan motivasi kepada para pemain untuk bisa bermain lebih bagus di kandang lawan, dan merebut kemenangan. Diyakininya, Persebaya bakal bisa membalikkan prediksi yang ada.

"Tujuan kami datang ke Malang, untuk menyulitkan Arema, dan merengkuh gelar juara. Kami akan bermain bagus, dan tekanan suporter akan kami jadikan motivasi tersendiri untuk meraih kemenangan," imbuhnya.

Sementara penjaga gawang Persebaya Surabaya, Abdul Rohim mengaku sudah siap untuk bermain di kandang Arema. "Kami sangat siap untuk menghadapi pertandingan ini. Kami akan berikan permainan terbaik untuk hasil maksimal," ujarnya.

Gelaran Final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan ini, bakal terasa sangat istimewa. Bukan hanya karena rivalitas kedua tim, tetapi juga kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pertandingan final yang rencananya digelar pada pukul 19.30 WIB, akan diundur pada pukul 20.00 WIB, karena akan banyak hiburan yang ditampilkan diajang pembukaan. Hiburan akan mulai dimainkan pada pukul 17.30 WIB, dengan menghadirkan sejumlah artis ibu kota, seperti Band Kotak, Dewi Persik, dan Trio Macan.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak