Final Liga Europa, Beda Gaya di Laga Pamungkas
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Secara keseluruhan, performa Sevilla sangat menjanjikan, berbekal tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan memenangkan delapan dari sembilan pertandingan terakhir mereka. Karenanya, Lopetegui menegaskan, Sevilla sangat termotivasi bertemu lawan-lawan kuat termasuk Inter di final dan menargetkan juara. (Baca juga: Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka)
Pelatih Spanyol tersebut kemungkinan bakal menurunkan komposisi terbaik seperti saat menang 2-1 atas MU di semifinal, Senin (17/8). Lucas Ocampos, Youssef En-Nesyri, dan Suso diandalkan di lini depan. Mereka akan ditopang kreativitas Banega, Fernando, dan Joan Jordan di sektor tengah.
“Inter layak berada di kompetisi level tertinggi di Liga Champions, mengingat kaliber luar biasa dari para pemain yang mereka miliki dan pelatih yang sangat berpengalaman. Itu akan menuntut kami berada pada batas kami dalam segala hal," kata Lopetegui dilansir uefa.com.
Meski demikian, kepercayaan diri Lopetegui dan Sevilla dengan penguasaan bola yang diandalkan selama ini bakal mendapatkan tantangan serius dari Inter. I Nerazzurri menerapkan permainan dengan defensif solid. Gawang Samir Handanovic baru kebobolan satu kali dalam tujuh pertandingan terakhir. (Baca juga: Gesek ATM Mulai Gak Laku, Nasabah Lebih Memilih Digital Banking)
Pelatih Antonio Conte mengandalkan pola 3-5-2. Menempatkan dua penyerang dengan dua gelandang dinamis di depan pemain bertahan dan dua bek sayap menyerang. Build-up dimulai dari belakang, menarik tekanan lawan, dan kemudian mencari dua penyerang, khususnya Romelu Lukaku dengan umpan-umpan panjang ke depan.
Inter sangat berbahaya lewat permainan serangan baik cepat yang tergolong efektif. Terbukti, sejak memulai perjalanan di Liga Europa musim ini dari babak 32 besar hingga final, mereka telah menggelontorkan 13 gol. Jauh lebih banyak dari Sevilla yang hanya mencetak enam gol dari babak 32 besar hingga final.
Pelatih Spanyol tersebut kemungkinan bakal menurunkan komposisi terbaik seperti saat menang 2-1 atas MU di semifinal, Senin (17/8). Lucas Ocampos, Youssef En-Nesyri, dan Suso diandalkan di lini depan. Mereka akan ditopang kreativitas Banega, Fernando, dan Joan Jordan di sektor tengah.
“Inter layak berada di kompetisi level tertinggi di Liga Champions, mengingat kaliber luar biasa dari para pemain yang mereka miliki dan pelatih yang sangat berpengalaman. Itu akan menuntut kami berada pada batas kami dalam segala hal," kata Lopetegui dilansir uefa.com.
Meski demikian, kepercayaan diri Lopetegui dan Sevilla dengan penguasaan bola yang diandalkan selama ini bakal mendapatkan tantangan serius dari Inter. I Nerazzurri menerapkan permainan dengan defensif solid. Gawang Samir Handanovic baru kebobolan satu kali dalam tujuh pertandingan terakhir. (Baca juga: Gesek ATM Mulai Gak Laku, Nasabah Lebih Memilih Digital Banking)
Pelatih Antonio Conte mengandalkan pola 3-5-2. Menempatkan dua penyerang dengan dua gelandang dinamis di depan pemain bertahan dan dua bek sayap menyerang. Build-up dimulai dari belakang, menarik tekanan lawan, dan kemudian mencari dua penyerang, khususnya Romelu Lukaku dengan umpan-umpan panjang ke depan.
Inter sangat berbahaya lewat permainan serangan baik cepat yang tergolong efektif. Terbukti, sejak memulai perjalanan di Liga Europa musim ini dari babak 32 besar hingga final, mereka telah menggelontorkan 13 gol. Jauh lebih banyak dari Sevilla yang hanya mencetak enam gol dari babak 32 besar hingga final.
Lihat Juga :