alexametrics

Lolos ke Semifinal Liga Champions, Ini Rahasia Kesuksesan Ajax

loading...
Lolos ke Semifinal Liga Champions, Ini Rahasia Kesuksesan Ajax
Lolos ke Semifinal Liga Champions, Ini Rahasia Kesuksesan Ajax
A+ A-
TURIN - Treble winners yang diidam-idamkan Juventus musim ini dalam sekejap menjadi “trouble winners”. Mimpi besar La Vecchia Signora menjuarai Liga Champions musnah seusai dikalahkan Ajax Amsterdam 2-1 pada leg kedua perempat final, Rabu (17/4). Unggul melalui Cristiano Ronaldo pada menit ke-28, publik Allianz Stadium harus pulang tertunduk lesu lantaran Ajax membalikkan keadaan melalui Donny van de Beek (34) dan Matthijs de Ligt (67).

Itu menjadi kedua kali secara beruntun Juve terhenti di perempat final Liga Champions. Mereka terakhir kali melaju ke semifinal pada musim 2016/2017. Dengan demikian, ambisi Juve meraih treble winners dipastikan lenyap. Musim ini, Giorgio Chiellini dkk telah meraih Supercoppa Italiana dan berpeluang memenangkan scudetto. Sementara di Coppa Italia, La Vecchia Signora juga sudah tersingkir di perempat final.

Kehilangan dua gelar sekaligus membuat getir Pelatih Juve Massimiliano Allegri. Dia mengatakan Juve tidak berada dalam bentuk terbaik dan lebih banyak ditekan Ajax terutama di babak kedua. “Sepak bola begitu ganas. Ketika Anda kebobolan yang kebetulan, rasa takut muncul. Kami menurun di babak kedua. Ajax sepenuhnya layak menang dan lolos ke semifinal," kata Allegri, dilansir football-italia.net.



Banyak yang menganggap ketergantungan Juve terhadap CR7 terlalu besar. Didatangkan dari Real Madrid musim panas lalu, bintang asal Portugal tersebut menjadi antiklimaks. Untuk pertama kali setelah berjaya meraih gelar Liga Champions bersama Los Blancos tiga musim beruntun, CR7 gagal berlaga di babak semifinal. Kendati demikian, Allegri menolak anggapan tersebut. Menurut dia, Juve adalah klub yang mengandalkan permainan kolektivitas.

Dia juga menilai kurang optimalnya permainan La Vecchia Signora karena beberapa pemainnya cedera. Dia menilai CR7 telah memberi Juve banyak hal sepanjang musim ini. Tapi, lanjutnya, ketika sudah mencapai perempat final tentu membutuhkan energi dan kemampuan setiap pemain.

“Saya selalu mengatakan bahwa untuk memenangkan Liga Champions, Anda harus mencapai tahap tertentu dalam kondisi baik dan tingkat kebugaran yang baik. Kami kehilangan empat atau lima pemain malam ini. Tapi, kami kehilangan persatuan dan organisasi,” tuturnya.

Meski tersingkir dari Liga Champions, optimisme tetap terjaga di ruang ganti. Federico Bernardeschi yakin timnya sedang berproses ke arah yang tepat. Dia yakin pengalaman musim ini bakal membuat Juve lebih kuat dan sukses di masa depan. Bernardeschi meminta rekan-rekannya menumpahkan kemarahan ke Seri A.

Hasil imbang kontra Juventus, Sabtu (20/4), sudah cukup untuk Juventus menyegel scudetto kedelapan secara beruntun. “Saya percaya dengan proyek besar yang direncanakan klub. Saya percaya gelar Liga Champions akan datang ke Turin. Jika bukan tahun ini, mungkin tahun depan. Cepat atau lambat gelar itu akan kami dapatkan," tandasnya.

Di kubu lawan, Ajax mempertegas status mereka sebagai pembunuh raksasa di Liga Champions. Musim ini, mereka telah menumbangkan Real Madrid (16 besar) dan Juventus (perempat final). Ajax juga tidak kalah melawan Bayern Muenchen di fase grup. Kesuksesan tim berjuluk De Godenzonen (Sons of the Gods) melaju ke semifinal Liga Champions pertama kali sejak 1997 membuat Pelatih Erik Ten Hag bangga.

Dia menyebut permainan ofensif, agresif, dan variabel menjadi kunci sukses timnya. Berpadu dengan kesabaran plus kepercayaan diri tinggi membuat Ajax sulit dibaca lawan. Imbasnya, lanjut Ten Hag, Juve merasa sedikit takut kepada timnya, begitu juga Madrid. Menurut Ten Hag, setiap tim akan sulit melawan gaya sepak bola Ajax, karena memiliki pemain yang sangat berbakat secara teknis sehingga La Vecchia Signora sulit menekan mereka.

“Kami telah kembali menyingkirkan salah satu favorit Liga Champions seperti dengan filosofi kami. Kami dapat melampaui batasan kami dan kami telah melakukannya lagi,” tandas Ten Hag. Berbekal pengalaman di babak 16 besar dan perempat final, Ten Hag yakin timnya mampu mengalahkan siapa pun di semifinal. Ajax menunggu pemenang Manchester City (Man City) versus Tottenham Hotspur, dini hari nanti.

De Ligt mengaku tidak punya kata-kata untuk mengatakan keberhasilan timnya. “Hari ini kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang sangat kuat dan dapat menyulitkan tim seperti Juve. Suasana itu begitu indah. Kami mengalami kesulitan pada awalnya, tapi pada akhirnya kami melakukannya dengan sangat baik,” ucapnya.

Ditanya apakah Ajax bisa melaju terus, De Ligt tetap tenang. “Kami berada di semifinal. Kami telah menyingkirkan Madrid dan Juventus. Namun, dua kandidat gelar yang dituju. Kita akan melihat bagaimana kelanjutannya,” tandasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak