alexametrics

Diprediksi Jadi Pembalap Hebat, Alex Rins Bisa Juara 2019

loading...
Diprediksi Jadi Pembalap Hebat, Alex Rins Bisa Juara 2019
Diprediksi Jadi Pembalap Hebat, Alex Rins Bisa Juara 2019
A+ A-
AUSTIN - Kejutan Alex Rins dengan menjuarai GP Amerika Serikat membuat pembalap Suzuki Ecstar itu diprediksi bakal menjadi pembalap hebat. Bukan itu saja, Rins disebut berpeluang meraih gelar juara MotoGP 2019. Pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, mengatakan, kesuksesan Rins memenangi balapan di Amerika bukanlah suatu kebetulan.

Selain karena Rins memang memiliki kualitas yang hebat sebagai pembalap, pabrikan Suzuki juga dianggap telah melakukan pekerjaan yang hebat terhadap motornya. “Suzuki telah berkembang, Rins telah meningkat dari tahun lalu. Saya sudah melihat itu sejak tes (pramusim). Jadi pertarungan dalam perebutan gelar juara akan menjadi sulit,” ujar Dovizioso dilansir Crash.

Selain Dovizioso, pujian untuk Rins dan Suzuki juga datang dari pembalap Pramac Ducati, Jack Miller. Menurutnya, Rins di musim ini telah mampu tampil konsisten. Hal itu terbukti sejak seri perdana di Qatar dan kedua di Argentina, yang mana Rins selalu muncul untuk meramaikan persaingan di posisi depan.



“Saya pikir Suzuki bekerja dengan sangat baik saat ini. Saya dan Rins mengalami pertarungan yang hebat di Argentina. Saya bisa melihat beberapa hal. Juga dalam balapan kali ini (di Amerika), begitu dia melewati saya, dia langsung tancap gas,” ujar Miller.

“Rins sedikit kebalikan dari masalah saya. Saya selalu hebat di kualifikasi dan tampak kesulitan dalam balapan. Dia sebaliknya. Kami bisa lihat hari ini, jika dia mendapatkan posisi kualifikasi yang layak, dia mampu untuk menantang (para pembalap top lain),” tambah Miller.

Sementara itu pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami, berhasil menjaga konsistensi finis di 10 besar pada tiga balapan pembuka. Di MotoGP Amerika Serikat 2019, pembalap asal Jepang itu sukses menyelesaikan lomba pada urutan 10. Nakagami mengakui permulaan balapannya kurang begitu baik.

Menyadari kekurangan tersebut, ia langsung berusaha menjaga konsistensi kecepatan dan ritme balap. Ia sedikit diuntungkan dengan jatuhnya beberapa pembalap, sehingga bisa berada di 10 besar. Meski begitu, Nakagami tetap menyesali kegagalan masuk posisi delapan. Sebab, dua pembalap di depannya, yakni Pol Espargaro dan Francesco Bagnaia hanya terpaut 1 detik.

Apabila balapan berjalan satu putaran lagi, ia yakin bisa menyalip keduanya dengan mudah. “Saya berusaha untuk konsisten dan tetap pada kecepatan yang ada. Saya bisa saja mendapatkan posisi kedelapan di akhir karena Pol dan Bagnaia hanya terpaut 1 detik di depan. Butuh satu putaran lagi untuk bertarung dengan mereka namun sudah terlambat,” kata Takaaki Nakagami.

“Dilihat keseluruhan, sebenarnya akhir pekan ini kami merasa kesulitan, namun dengan bisa finis 10 besar saja sudah cukup bagus,” sambungnya. Hasil tersebut sudah sesuai dengan target Takaaki Nakagami pada awal musim, yakni konsisten berada di 10 besar. Pembalap asal Prefektur Chiba itu masing-masing finis di posisi sembilan (MotoGP Qatar) dan tujuh (MotoGP Argentina). Positifnya lagi, ia selalu bisa finis lebih tinggi dari posisi kualifikasi.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak