alexametrics

QSI Membuat Dominasi PSG di Pentas Domestik Sulit Ditandingi

loading...
QSI Membuat Dominasi PSG di Pentas Domestik Sulit Ditandingi
QSI Membuat Dominasi PSG di Pentas Domestik Sulit Ditandingi
A+ A-
PARIS - Di era sepakbola modern seperti saat ini, uang adalah rajanya. Dalam tempo singkat, prestasi begitu mudah diraih. Contoh nyata itu dibuktikan oleh Paris Saint Germain (PSG). Dominasi Les Parisiens di pentas domestik sulit ditandingi. Campur tangan Qatar Sports Invesment (QSI) merubah 180 derajat nasib PSG.

Kekuatan finansial membuat mereka tinggal menunjuk pemain mana yang ingin dibeli. Sejak mengambil alih kepemilikan klub 2011 lalu, QSI dengan entengnya menggelontorkan uang lebih dari 1 triliun Euro untuk memperkuat skuad termasuk diantaranya para bintang-bintang top seperti Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovi?, Edinson Cavani, David Luiz, Neymar dan Kylian Mbappé.

Perekrutan besar-besaran tersebut membuat PSG menjelma menjadi klub yang kuat di Prancis. Hanya dalam kurun sembilan tahun, Mereka sukses mengumpulkan 21gelar di pentas domestik, terutama merajai Ligue 2012–13, 2013–14, 2014–15, 2015–16, 2017–18, 2018–19 atau enam kali juara dalam tujuh musim terakhir. Semua itu didapat dari kombinasi empat pelatih yaitu Carlo Ancelotti (2011-2013), Laurent Blanc (2013-2016), Unai Emery (2016-2018) hingga Thomas Tuchel (2018-).



Komitmen PSG membangun skuad terus diperlihatkan di setiap musimnya. Musim ini, Tuchel mendatangkan enam pemain, Empat diantaranya dibeli dengan harga tinggi yakni Kylian Mbappe (145 juta euro), Thilo Kehrer (37 juta euro), Juan Bernat (5 juta euro) dan Leonardo Paredes (40 juta euro). Bila diakumulasi, total market value PSG musim ini senilai 927,65 juta euro, lebih besar dari dua rival utamanya, Olympique Lyon (420,40 juta euro) dan Lille OSC (173,85 juta euro).

Karenanya, tidak terlalu mengejutkan jika PSG juara lagi Musim ini. Gelar Ligue 1 ditentukan saat Les Parisiens menang 3-1 atas AS Monaco di Parc des Princes, Senin (22/4). Meski masih menyisakan lima pertandingan sisa, Silva dkk tidak mungkin terkejar. PSG kokoh di puncak klasemen sementara Ligue 1 dengan 84 poin, meninggalkan jauh pesaing terdekatnya, Lille (65 poin).

PSG kini hanya membutuhkan dua gelar untuk menyamai Saint- Etienne sebagai pengoleksi gelar terbanyak Ligue 1 (10 gelar). “Saya senang tim saya menjuarai Ligue 1, salah satu kompetisi paling bergengsi di eropa. Merayakan gelar di hadapan pendukung sendiri terasa isimewa. Sangat menyenangkan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang mencintai klub ini,”ungkap Tuchel dilansir independent.

Meski sedikit kecewa karena gagal menjuarai Liga Champions lantaran tersingkir di babak 16 besar, Juru taktik asal Jerman tersebut meminta pasukannya bersabar karena tingkat kesulitannya sangat tinggi. Namun, Tuchek yakin PSG memiliki kesempatan besar di musim depan.

Dia menilai tugas PSG belum usai. Tuchel memilih fokus menghantarkan PSG meraih double winners, musim ini. Les Parisiens akan berhadapan dengan Stade Rennais di final Coupe de france, Sabtu dini hari (28/4). “Liga Champions adalah target utama klub, tetapi klub sebesar Juventus sudah lama tidak menjuarainya. Kami harus bersabar dan tetap berusaha,”terangnya

Senada dengan Tuchel, Kylian Mbappe yang mencetak hattrick (15,38,55) kemenangan atas Monaco tersebut meminta rekan-rekannya menjaga konsentrasi untuk mengalahkan Rennais sekaligus meraih gelar Coupe de france yang ke-13 atau kelima secara beruntun.

“Kami memang kecewa karena disingkirkan MU, tetapi sepakbola terus berlanjut. Sangat mudahg dikatakan, tetapi itu kenyataannya. Jika kami ingin berhasil, kami harus fokus. Kami memiliki gelar yang harus didapatkan di akhir musim ini,” tandasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak