Arema FC Pusing soal Homebase Musim Depan, Bakal Daftarkan 2 Stadion Sekaligus
Rabu, 19 Juni 2024 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Telan 127 Korban Meninggal Dunia
Namun diakui Sudarmaji, penggunaan Stadion Soepriadi, Kota Blitar, itu masih berupaya melobi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk mendapatkan restu penggunaan Stadion di Jalan Kelud, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Mereka menjanjikan penyelenggara yang aman, sehingga tidak akan ada kerusuhan antar suporter kedepannya. "Kami sangat ingin berdialog dengan Pemerintah Kota Blitar. Untuk berbincang secara obyektif dan aktual, seputar persiapan keinginan kami berkandang di Stadion Soepriadi," tuturnya.
Sudarmaji mengatakan Arema FC akan mengupayakan agar pertandingan tidak dilakukan pada malam hari. Mereka bahkan siap mengurangi jumlah penonton di bawah kapasitas Stadion Soepriadi yang mencapai 15 ribu kursi. "Pertandingan juga diharapkan berlangsung sore hari saja. Agar Aremania tidak terlalu malam, ketika pulang dari nonton pertandingan. Ini juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Baca Juga: Ada Penolakan, Renovasi Stadion Kanjuruhan Jalan Terus
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Santoso menyampaikan alasan penolakan Arema FC berkandang di Blitar, selama Liga 1 musim 2024/2025, sambil menunggu proses Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, selesai direvitalisasi. Penolakan ini karena sebagian besar warga Kota Blitar, masih trauma dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Aremania, ketika melawan Persebaya Surabaya, pada laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur.
Namun diakui Sudarmaji, penggunaan Stadion Soepriadi, Kota Blitar, itu masih berupaya melobi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk mendapatkan restu penggunaan Stadion di Jalan Kelud, Kelurahan Kepanjen Lor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Mereka menjanjikan penyelenggara yang aman, sehingga tidak akan ada kerusuhan antar suporter kedepannya. "Kami sangat ingin berdialog dengan Pemerintah Kota Blitar. Untuk berbincang secara obyektif dan aktual, seputar persiapan keinginan kami berkandang di Stadion Soepriadi," tuturnya.
Sudarmaji mengatakan Arema FC akan mengupayakan agar pertandingan tidak dilakukan pada malam hari. Mereka bahkan siap mengurangi jumlah penonton di bawah kapasitas Stadion Soepriadi yang mencapai 15 ribu kursi. "Pertandingan juga diharapkan berlangsung sore hari saja. Agar Aremania tidak terlalu malam, ketika pulang dari nonton pertandingan. Ini juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Baca Juga: Ada Penolakan, Renovasi Stadion Kanjuruhan Jalan Terus
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Santoso menyampaikan alasan penolakan Arema FC berkandang di Blitar, selama Liga 1 musim 2024/2025, sambil menunggu proses Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, selesai direvitalisasi. Penolakan ini karena sebagian besar warga Kota Blitar, masih trauma dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Aremania, ketika melawan Persebaya Surabaya, pada laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur.
Lihat Juga :