Pertahanan Spurs Kocar-kacir, Ajax Unggul di Babak Pertama
Rabu, 01 Mei 2019 - 02:53 WIB
Pertahanan Spurs Kocar-kacir, Ajax Unggul di Babak Pertama
A
A
A
LONDON - Tak ada rasa takut yang ditunjukkan pemain Ajax Amsterdam selama bertamu ke markas Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Babak pertama laga leg pertama semifinal Liga Champions musim ini, tim berjuluk de Godenzonen unggul 1-0.
Ajax, yang dikenal sebagai pembunuh klub raksasa di Liga Champions kembali menunjukkan identitasnya di pertandingan ini. Selama 10 menit pertama, tim tamu sukses mengintimidasi permainan Spurs.
Meski belum ada peluang yang membahayakan gawang Hugo Lloris, namun Toby Alderweireld sudah dibuat kerepotan menghadapi gempuran Hakim Ziyech. Petaka pun terjadi di menit 15.
Ziyech, yang berdiri bebas sukses mengirimkan umpan kepada van de Beek. Pemain bernomor punggung 6 yang lolos dari jebakan offside pun dengan mudah memperdaya Lloris.
Sempat terjadi perdebatan tentang gol van de Beek yang dianggap sudah berada dalam posisi offside. Namun wasit Antonio Mateu membuka komunikasi dengan Asisten wasit video (VAR), untuk memutuskan apakah itu gol atau tidak. Akhirnya juru pengadil asal Spanyol itu mengesahkan gol tersebut.
Donny van de Beek tercatat sebagai pemain muda (22 tahun 12 hari) ketiga Ajax yang mencetak gol di semifinal Liga Champions. Sebelumnya ada nama Nordin Wooter (19 tahun 237 hari) dan Mario Melchiot (20 tahun 170 hari).
Kontribusi yang diberikan van de Beek merupakan gol pertama Ajax dalam sembilan pertandingan tandang di Liga Champions secara beruntun (Juventus-Spurs) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Tertinggal, Spurs mencoba merespon gol tersebut. Namun absennya Harry Kane membuat lini depan Spurs tak lagi menakutkan.
Pasalnya, tidak ada ancaman berarti yang mengarah ke gawang tim tamu. Sebaliknya, di menit 24, Ajax nyaris menggandakan kedudukan jika saja sepakan datar van de Beek tak mampu dimentahkan Lloris.
Satu menit berselang, Spurs punya peluang emas. Sayangnya, sundulan Llorente masih menyamping dari gawang Ajax. Hingga 30 menit pertandingan berlangsung, Spurs terlihat demam panggung lantaran pasukan Mauricio Pochettino tak mampu mengembangkan permainan.
Sementara Ajax justru leluasa mengancam gawang Lloris. Di sisa pertandingan babak pertama usai, tak ada gol tambahan tercipta. Ajax masih menjaga keunggulan 1-0 atas Spurs.
Ajax, yang dikenal sebagai pembunuh klub raksasa di Liga Champions kembali menunjukkan identitasnya di pertandingan ini. Selama 10 menit pertama, tim tamu sukses mengintimidasi permainan Spurs.
Meski belum ada peluang yang membahayakan gawang Hugo Lloris, namun Toby Alderweireld sudah dibuat kerepotan menghadapi gempuran Hakim Ziyech. Petaka pun terjadi di menit 15.
Ziyech, yang berdiri bebas sukses mengirimkan umpan kepada van de Beek. Pemain bernomor punggung 6 yang lolos dari jebakan offside pun dengan mudah memperdaya Lloris.
Sempat terjadi perdebatan tentang gol van de Beek yang dianggap sudah berada dalam posisi offside. Namun wasit Antonio Mateu membuka komunikasi dengan Asisten wasit video (VAR), untuk memutuskan apakah itu gol atau tidak. Akhirnya juru pengadil asal Spanyol itu mengesahkan gol tersebut.
Donny van de Beek tercatat sebagai pemain muda (22 tahun 12 hari) ketiga Ajax yang mencetak gol di semifinal Liga Champions. Sebelumnya ada nama Nordin Wooter (19 tahun 237 hari) dan Mario Melchiot (20 tahun 170 hari).
Kontribusi yang diberikan van de Beek merupakan gol pertama Ajax dalam sembilan pertandingan tandang di Liga Champions secara beruntun (Juventus-Spurs) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Tertinggal, Spurs mencoba merespon gol tersebut. Namun absennya Harry Kane membuat lini depan Spurs tak lagi menakutkan.
Pasalnya, tidak ada ancaman berarti yang mengarah ke gawang tim tamu. Sebaliknya, di menit 24, Ajax nyaris menggandakan kedudukan jika saja sepakan datar van de Beek tak mampu dimentahkan Lloris.
Satu menit berselang, Spurs punya peluang emas. Sayangnya, sundulan Llorente masih menyamping dari gawang Ajax. Hingga 30 menit pertandingan berlangsung, Spurs terlihat demam panggung lantaran pasukan Mauricio Pochettino tak mampu mengembangkan permainan.
Sementara Ajax justru leluasa mengancam gawang Lloris. Di sisa pertandingan babak pertama usai, tak ada gol tambahan tercipta. Ajax masih menjaga keunggulan 1-0 atas Spurs.
(sha)