alexametrics

Piala Indonesia

Komite Wasit PSSI Akan Evaluasi Tiket Semifinal Juku Eja

loading...
A+ A-
JAKARTA - Kontroversi yang terjadi pada leg kedua babak 8 Besar Piala Indonesia antara PSM Makassar versus Bhayangkara FC mendapat atensi dari PSSI. Federasi menyatakan akan menolerir dugaan pelanggaran prinsip fairplay dalam setiap pertandingan. Pasukan Ramang menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Piala Indonesia dengan aggregat 4-4.

Namun, PSM unggul gol tandang setelah pada laga leg pertama kalah 2-4 dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK Jakarta. M Rahmat dan Rizky Pellu menjadi pahlawan tim Juku Eja setelah mencetak gol pada menit 29 dan 56’. Namun, di balik kemenangan ini, sejumlah kontoversi terjadi dalam laga yang dipimpin wasit Nusur Fadilah tersebut.

Salah satu yang mencolok adalah tendangan bebas bek tengah Bhayangkara FC Anderson Salles pada menit 28. Bola hasil sepakan pemain berkebangsaan Brasil itu terlihat sudah melewati garis gawang setelah sebelumnya membentur mistar gawang. Bola yang memantul keluar lantas diamankan penjaga gawang PSM Rivki Mokodompit.



Namun, wasit Nusur Fadilah menyatakan jika belum terjadi gol dan memilih melanjutkan pertandingan. Insiden ini lantas memicu protes dari pemain Bhayangkara FC karena menilai pengadil lalai. Kontroversi lainnya yakni pelanggaran terhadap Indra Kahfie pada menit 61 di dalam kotak terlarang.

Namun, bukannya mendapat hadiah sepakan 12 pas, Bhayangkara FC justru hanya mendapat tendangan bebas karena wasit menilai pelanggaran terjadi di luar area kotak penalti. “Dalam pertandingan PSM Makassar vs Bhayangkara, secara khusus kita akan mendalami dugaan pelanggaran peraturan permainan pasal 10 dan pasal 12,” kata anggota Komite Wasit PSSI Purwanto, kemarin.

Pasal 10 mengatur tentang sanksi disiplin kepada individu yang tunduk pada Kode Disiplin PSSI. Regulasi ini mengatur hukuman mulai dari teguran, larangan bermain hingga pengembalian gelar. Sementara, Pasal 12 mengatur tentang teguran atas terjadinya pelanggaran disiplin dan penjatuhan sanksi.

PSSI sendiri sudah mengagendakan pemanggilan perangkat pertandingan PSM versus Bhayangkara FC. Jika wasit menyalahi pasal permainan maka mereka tidak akan ditugaskan lagi di Piala Indonesia. Termasuk evaluasi tugas untuk memimpin Liga 1. Bahkan jika kesalahan yang mereka lakukan sangat mendasar, maka penugasan mereka bisa didegradasi ke Liga 2.

Menurut dia, selama ini PSSI selalu melakukan evaluasi semua pertandingan yang mencakup administrasi pertandingan, penyelenggaraan pertandingan dan teknis pertandingan sampai pada kinerja wasit. Dari evaluasi ini selalu ada tindak lanjutnya.

“Kami akan mengumpulkan laporan teknis dari penilai wasit (referee assessor PSSI) dan dari wasit serta asisten wasit itu sendiri. Kita akan analisa kondisi kesehatan dan kebugarannya, penerapan pasal-pasal permainan, pengambilan keputusan selama pertandingan dan cara mereka membaca situasi pertandingan,” jelasnya.

Purwanto menambahkan, PSSI juga akan mengirim rekaman pertandingan ke Asosiasi sepak bola Jepang (Japan Football Association/JFA), yang menjadi mitra PSSI dalam melakukan penilaian terhadap kinerja perangkat pertandingan.

Pelatih Bhayangkara FC Alfredo Vera mengaku kecewa dengan keputusan wasit dalam laga kontra PSM. Menurut dia, hasil tersebut mengubur mimpi anak asuhnya melaju ke semifinal. Dari insiden tersebut, Vera kemudian setuju jika Liga Indonesia difasilitasi penggunaan Video Assistant Referee (VAR).

“Saya tidak suka bicara sesuatu seperti itu. Saya mengerti mungkin wasit bisa salah dan bingung, makanya tanya ke hakim garis. Tapi di sisi lain mereka cetak gol. Saya tidak mau pikir negatif, meski kita protes keras tetap tidak akan didengar. Kalau bisa ada VAR, malah lebih bagus,” tutupnya.

Di sisi lain, untuk meningkatkan kinerja wasit, PSSI membentuk Badan Independen Wasit Profesional Indonesia dengan menggandeng The FA England melalui PGMOL (Professional Game Match Officials Limited) dan JFA (Japan Football Association). Badan ini rencananya akan dipimpin oleh Direktur Teknik Perwasitan dari The FA England.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan badan ini bersifat independen untuk melakukan fungsi peningkatan performa dan manajemen operasional bagi wasit pada level liga profesional. “Nantinya tugas dan fungsi badan ini seperti melakukan penilaian performa, pengawasan, serta edukasi kepada wasit. Lalu teknis dan prosedur penugasan wasit, manajemen database, dan kepatuhan regulasi dan sistem audit,” jelas Tisha.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak