alexametrics

Liga Champions 2018/2019

Wijnaldum dan Origi, sang Penyihir Eropa Barat di Liga Champions

loading...
Wijnaldum dan Origi, sang Penyihir Eropa Barat di Liga Champions
Malam bersejarah terjadi di Stadion Anfield, Selasa (7/5/2019) waktu setempat. Setiap sudut di stadion berkapasitas 54 ribu lebih penonton itu bersorak ketika Wijnaldum dan Origi bawa Liverpool lolos ke final / Reuters
A+ A-
LIVERPOOL - Malam bersejarah terjadi di Stadion Anfield, Selasa (7/5/2019) waktu setempat. Ini berkaitan dengan keberhasilan Liverpool menjadi tim Inggris pertama yang berhasil membuat final Liga Champions secara beruntun sejak Manchester United (2008/2009) usai mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0.

Liverpool berhak lolos ke final dengan kemenangan agregat 4-3. Keajaiban Si Merah tak lepas dari kontribusi besar Georginio Wijnaldum dan Divock Origi.

Pada leg pertama semifinal Liga Champions, Wijnaldum dan Origi tidak memberikan kontribusi yang banyak ketika tampil di Camp Nou. Tetapi, itu berbeda ketika berbicara penampilan dua pemain tersebut di Anfield.



Wijnaldum dan Origi menjadi penentu kemenangan Liverpool. Berkat sumbangan dua gol dari masing-masing, The Reds sukses mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0.

Liverpool pun berhak tampil di final Liga Champions dengan kemenangan agregat 4-3. Pasukan Juergen Klopp sepertinya ingin menarik ulang momen ketika Liverpool berjaya di Liga Champions 2005 lalu.

Saat itu, klub berjuluk The Reds tertinggal 0-3 dari AC Milan di final, namun Si Merah mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan Liverpool menggarisbawahi namanya sebagai pemenang setelah memenangkan drama adu penalti (3-2). Saat itu, Steven Gerrard dan Vladimir Smicer merupakan si pembuat cerita fenomenal itu.

Gerrard dan Smicer masing-masing mencetak satu gol di menit 54 dan 56. Mengacu pada catatan waktu kedua mantan pemain Liverpool itu sangat mirip dengan yang dilakukan Wijnaldum. Pasalnya, jenderal lapangan tengah itu membuat catatan gol yang sama seperti seniornya tersebut.

Sementara Origi memanfaatkan kesempatan emas untuk tampil sebagai starter setelah Roberto Firmino dan Mohamed Salah dibekap cedera. Namun, penyerang brondong asal Belgia itu mampu membuktikan identitasnya sebagai predator berbahaya usai mencetak gol di menit ketujuh dan 79.

Wijnaldum dan Origi pun dianggap sebagai aktor penting di balik kemenangan Liverpool. "Ini lebih tentang tim. Kami bertarung. Kami tahu malam ini akan menjadi istimewa. Kami ingin melakukannya untuk yang cedera. Sulit untuk dijelaskan," jelas Origi.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak