Heboh Hoax Perusahaan Singapura yang Hendak Beli Newcastle
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 23:28 WIB
loading...
A
A
A
Foto yang awalnya terpampang di laman resmi BN Group sontak dihapus ketika Reuters mencoba mengklarifikasi keaslian gambar tersebut. Perwakilan BN Group Nereides Antonio Giamundo de Bourbon mengakui bahwa foto Obama itu adalah hasil editan.
Bourbon berkilah yang mereka lakukan bukan untuk tujuan kejahatan. "Kami adalah sekumpulan orang yang memiliki keseriusan (dalam berbisnis). Satu-satunya hal yang ambigu hanyalah soal Photoshop itu. Tapi tak ada maksud kejahatan di baliknya," kata Bourbon seperti dilansir Reuters.
Namun keseriusan BN Group sebagai perusahaan dipertanyakan mengingat temuan Reuters di lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Paris. Otoritas di Paris memastikan tak ada nama BN Group teregistrasi di kawasan itu. Lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Place Vendome juga ternyata tak akurat. Setelah lokasi itu dikunjungi Reuters, tidak ditemukan perusahaan bernama BN Group.
Selain itu perusahaan teknologi finansial Hydra X yang disebut BN Group sebagai salah satu entitas perusahaan dan menjalankan trading di bursa Singapura, membantah klaim tersebut. Hal ini diperkuat dengan pernyataan otoritas bursa Singapura.
Temuan Reuters tentang praktik negatif perusahaan Singapura itu sontak mengancam terlaksananya jual beli saham Newcastle United. Sebelumnya BN Group berencana mengambil alih saham klub Liga Primer Inggris tersebut. Namun selepas temuan media soal praktik negatif yang dilakukan BN Group kini sejumlah fan Newcastle United menolak juga klub mereka diambil-alih perusahaan yang tidak memiliki asal usul yang jelas.
Bourbon berkilah yang mereka lakukan bukan untuk tujuan kejahatan. "Kami adalah sekumpulan orang yang memiliki keseriusan (dalam berbisnis). Satu-satunya hal yang ambigu hanyalah soal Photoshop itu. Tapi tak ada maksud kejahatan di baliknya," kata Bourbon seperti dilansir Reuters.
Namun keseriusan BN Group sebagai perusahaan dipertanyakan mengingat temuan Reuters di lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Paris. Otoritas di Paris memastikan tak ada nama BN Group teregistrasi di kawasan itu. Lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Place Vendome juga ternyata tak akurat. Setelah lokasi itu dikunjungi Reuters, tidak ditemukan perusahaan bernama BN Group.
Selain itu perusahaan teknologi finansial Hydra X yang disebut BN Group sebagai salah satu entitas perusahaan dan menjalankan trading di bursa Singapura, membantah klaim tersebut. Hal ini diperkuat dengan pernyataan otoritas bursa Singapura.
Temuan Reuters tentang praktik negatif perusahaan Singapura itu sontak mengancam terlaksananya jual beli saham Newcastle United. Sebelumnya BN Group berencana mengambil alih saham klub Liga Primer Inggris tersebut. Namun selepas temuan media soal praktik negatif yang dilakukan BN Group kini sejumlah fan Newcastle United menolak juga klub mereka diambil-alih perusahaan yang tidak memiliki asal usul yang jelas.
(zil)
Lihat Juga :