alexametrics

Piala Dunia Wanita

Tekuk Argentina, Three Lionesses Melenggang ke Fase 16 Besar

loading...
Tekuk Argentina, Three Lionesses Melenggang ke Fase 16 Besar
Tekuk Argentina, Three Lionesses Melenggang ke Fase 16 Besar
A+ A-
LE HAVRE - Inggris berhasil memenuhi misi pertama di Piala Dunia Wanita. Three Lionesses berhak melangkah ke fase 16 besar setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga kedua penyisihan Grup D di Stade Oceane, Sabtu (15/6). Dengan demikian, Inggris kini telah empat kali berturut-turut melaju ke babak gugur Piala Dunia Wanita.

Semua itu berkat gol tunggal Jodie Taylor pada menit ke-61. Sukses penyerang berusia 33 tahun tersebut memaksimalkan assist Bethany Mead yang berujung dua kemenangan beruntun. Inggris sekarang mengoleksi enam poin dan memuncaki klasemen sementara Grup D. Mereka unggul dua poin atas Jepang yang juga berhasil menundukkan Skotlandia 2-1 di Roazhon Park, Rennes, Prancis, pada hari yang sama.

Namun, karena memimpin hingga lima poin dari Argentina dan enam poin dengan Skotlandia, Inggris sudah dipastikan lolos ke fase berikutnya. Karena, setelah ini hanya tersisa satu pertandingan lagi. Tim asuhan Phil Neville itu akan berduel dengan Jepang untuk menentukan juara grup.



“Pada laga ini, tim bisa menunjukkan performa bagus. Ini juga kemenangan yang layak. Saya masih ingat Mead mengontrol bola dengan sempurna sebelum mengirim umpan yang mendarat tepat di dekat kaki kanan saya,” ucap Taylor, dilansir Skysport. Itu berarti Inggris menjadi negara keempat yang sudah dipastikan melaju ke fase berikutnya yang mengikuti Prancis selaku tuan rumah di Grup A.

Jerman juga telah mengunci satu tempat mewakili Grup B, diikuti Italia dari Grup C yang lolos seusai melibas Jamaika 5-0 di Stade Auguste-Delaune, Reims. Hasil ini tentu menjaga peluang Inggris dalam misi menjuarai Piala Dunia Wanita untuk pertama kali. Setidaknya, Alex Greenwood dkk punya jalan melewati pencapaian pada 2015 yang merebut posisi ketiga.

“Kesabaran adalah kunci utama untuk meraih kemenangan. Melalui kualifikasi, kami sudah terbiasa menghadapi lawan yang menerapkan permainan bertahan. Ada kalanya kami diliputi rasa frustrasi. Tapi, kali ini kami punya kualitas untuk melewatinya,” ujar Taylor. Namun, agar bisa terus melaju hingga ke partai puncak, Inggris wajib mengamankan posisi pertama.

Tujuannya supaya tidak bertemu tim kuat seperti Prancis, Jerman, Kanada, atau Amerika Serikat (AS) yang merupakan juara sebelumnya. “Apa yang dibahas saat rehat membuat kami tetap disiplin dan tenang. Kami tahu Argentina akan melakukan berbagai cara untuk menjegal. Tapi, pemain saya tetap mampu menjaga konsentrasi. Itu membuat saya bangga kepada mereka,” ucap Neville.

Sementara bagi Argentina, ini kedua kalinya gagal meraih kemenangan. Sebelumnya Albicelestes hanya bermain 0-0 kontra Jepang. Padahal, wakil Amerika Latin itu sempat punya kans mendapat minimal satu poin setelah kiper Vanina Correa menghalau penalti Nikita Parris di menit ke-28. Alhasil, tim asuhan Carlos Borrello itu terdampar di urutan ketiga.

Meski demikian, kans melaju ke fase 16 besar secara otomatis tetap terbuka. Caranya adalah menundukkan Skotlandia pada laga penutup dan berharap Jepang kalah dari Inggris. Melihat perkembangan di lapangan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Walau kalah, kekuatan Argentina dianggap telah meningkat. Terbukti, mereka hanya kalah 0-1 dari Inggris.

Itu jauh lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya yang takluk 1-6. Intinya, Argentina sangat mungkin menjinakkan Skotlandia yang sejauh ini telah menelan dua kekalahan. Namun, untuk memastikan kemenangan, Borrello tetap meminta pasukannya tampil lebih berani. Soalnya, saat melawan Inggris, timnya hanya melakukan dua tembakan ke gawang.

“Kami tahu jika kehilangan konsentrasi, tentu harus membayar akibatnya. Tapi, kami seperti tidak mau menyerang. Ketika kami mencoba maju, lawan malah mencetak gol. Sekarang, kami sadar, harus berani mengambil risiko saat melawan tim kuat. Saat nanti melawan Skotlandia, kami tidak akan memainkan bola atas karena perbedaan tinggi dan kecepatan,” tandas Borrello.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak