11 Petinju Olimpiade Terbaik yang Menjadi Juara Dunia Tinju
Rabu, 10 Juli 2024 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Namun, sebagai petinju profesional, Beterbiev tak terkalahkan, raja kelas berat ringan berdasarkan kemenangan TKO atas atlet Olimpiade lainnya, Oleksandr Gvozdyk. Beterbiev telah melakukan lima kali pertahanan sejak saat itu. Laga keenamnya akan menjadi yang paling dinantikan: sebuah pertarungan melawan sesama pemegang gelar, Dmitriy Bivol, untuk merebut gelar juara tak terbantahkan dalam divisi 175 kilogram.
Teofimo Lopez (Honduras)
Lopez takluk dalam laga pertama dan satu-satunya di Olimpiade 2016, kalah dari peraih medali perak Sofiane Oumiha. Sebagai atlet profesional, Lopez mengalami pasang surut, meskipun kemenangannya membuatnya menjadi raja kelas ringan (berkat kemenangan atas Vasiliy Lomachenko) dan naik ke peringkat pertama di kelas ringan super (setelah kemenangan atas Josh Taylor).
Savannah Marshall (Inggris Raya)
Marshall, yang kalah di perempat final kelas menengah pada tahun 2012 dan 2016, merebut gelar WBO di kelas 72,5 kg yang dikosongkan oleh Claressa Shields. Marshall melakukan beberapa kali pertahanan yang sukses sebelum kalah angka mutlak dari Shields dalam pertarungan pada tahun 2022 untuk memperebutkan gelar juara kelas menengah yang tak terbantahkan. Setahun yang lalu, Marshall naik ke kelas menengah super dan melengserkan Franchon Crews-Dezurn untuk menjadi ratu baru yang tak terbantahkan di kelas 168.
Jai Opetaia (Australia)
Opetaia dikalahkan dalam pertarungan pembuka di kelas berat pada tahun 2012. Satu dekade kemudian, ia memenangkan sabuk kelas penjelajah IBF dan kejuaraan dunia dengan kemenangan angka atas Mairis Briedis. Pertahanan Opetaia sejak saat itu termasuk mengalahkan Briedis dalam pertarungan ulang pada bulan Mei untuk merebut kembali gelar IBF setelah gelar tersebut dicopot dari Opetaia karena pertarungannya melawan Ellis Zorro.
Lauren Price (Inggris Raya)
Price memenangkan sabuk emas di kelas menengah pada tahun 2021 dan sekarang menjadi juara kelas welter dan pemegang gelar WBA, melengserkan Jessica McCaskill melalui keputusan teknis pada bulan Mei lalu.
Claressa Shields (Amerika Serikat)
Shields memenangkan sabuk emas pada tahun 2012 dan 2016, memulai karir profesionalnya dengan menjadi pemegang gelar juara bersama di divisi super middleweight, dan sejak saat itu menjadi juara tak terbantahkan di divisi middleweight dan junior middleweight, termasuk sebuah kemenangan atas Marshall yang disebutkan di atas, satu-satunya atlet yang pernah mengalahkannya di divisi amatir. Shields akan menghadapi Vanessa Lepage-Joanisse bulan ini untuk memperebutkan dua gelar di kelas 79,3 kg wanita.
Katie Taylor (Irlandia)
Taylor memenangkan medali emas kelas ringan pada Olimpiade 2012, namun tidak dapat mengulanginya pada Olimpiade 2016. Ia segera menjadi atlet profesional, meraih gelar juara dunia pertamanya pada tahun 2017, terus menambah sabuknya dan menjadi juara divisi lightweight tak terbantahkan pada tahun 2019.
Kejayaan Taylor termasuk sebuah laga utama di Madison Square Garden pada tahun 2022, di mana ia menang melalui keputusan terbelah atas petarung kelas bulu wanita teratas, Amanda Serrano. Taylor naik ke divisi welterweight junior dan gagal dalam tantangan pertamanya melawan Chantelle Cameron, namun meraih kemenangan angka mutlak dalam laga ulang mereka, dan menjadi juara tak terbantahkan dua kali. Pertarungan pertama Taylor untuk mempertahankan gelar tersebut akan terjadi saat menghadapi Serrano akhir tahun ini.
Teofimo Lopez (Honduras)
Lopez takluk dalam laga pertama dan satu-satunya di Olimpiade 2016, kalah dari peraih medali perak Sofiane Oumiha. Sebagai atlet profesional, Lopez mengalami pasang surut, meskipun kemenangannya membuatnya menjadi raja kelas ringan (berkat kemenangan atas Vasiliy Lomachenko) dan naik ke peringkat pertama di kelas ringan super (setelah kemenangan atas Josh Taylor).
Savannah Marshall (Inggris Raya)
Marshall, yang kalah di perempat final kelas menengah pada tahun 2012 dan 2016, merebut gelar WBO di kelas 72,5 kg yang dikosongkan oleh Claressa Shields. Marshall melakukan beberapa kali pertahanan yang sukses sebelum kalah angka mutlak dari Shields dalam pertarungan pada tahun 2022 untuk memperebutkan gelar juara kelas menengah yang tak terbantahkan. Setahun yang lalu, Marshall naik ke kelas menengah super dan melengserkan Franchon Crews-Dezurn untuk menjadi ratu baru yang tak terbantahkan di kelas 168.
Jai Opetaia (Australia)
Opetaia dikalahkan dalam pertarungan pembuka di kelas berat pada tahun 2012. Satu dekade kemudian, ia memenangkan sabuk kelas penjelajah IBF dan kejuaraan dunia dengan kemenangan angka atas Mairis Briedis. Pertahanan Opetaia sejak saat itu termasuk mengalahkan Briedis dalam pertarungan ulang pada bulan Mei untuk merebut kembali gelar IBF setelah gelar tersebut dicopot dari Opetaia karena pertarungannya melawan Ellis Zorro.
Lauren Price (Inggris Raya)
Price memenangkan sabuk emas di kelas menengah pada tahun 2021 dan sekarang menjadi juara kelas welter dan pemegang gelar WBA, melengserkan Jessica McCaskill melalui keputusan teknis pada bulan Mei lalu.
Claressa Shields (Amerika Serikat)
Shields memenangkan sabuk emas pada tahun 2012 dan 2016, memulai karir profesionalnya dengan menjadi pemegang gelar juara bersama di divisi super middleweight, dan sejak saat itu menjadi juara tak terbantahkan di divisi middleweight dan junior middleweight, termasuk sebuah kemenangan atas Marshall yang disebutkan di atas, satu-satunya atlet yang pernah mengalahkannya di divisi amatir. Shields akan menghadapi Vanessa Lepage-Joanisse bulan ini untuk memperebutkan dua gelar di kelas 79,3 kg wanita.
Katie Taylor (Irlandia)
Taylor memenangkan medali emas kelas ringan pada Olimpiade 2012, namun tidak dapat mengulanginya pada Olimpiade 2016. Ia segera menjadi atlet profesional, meraih gelar juara dunia pertamanya pada tahun 2017, terus menambah sabuknya dan menjadi juara divisi lightweight tak terbantahkan pada tahun 2019.
Kejayaan Taylor termasuk sebuah laga utama di Madison Square Garden pada tahun 2022, di mana ia menang melalui keputusan terbelah atas petarung kelas bulu wanita teratas, Amanda Serrano. Taylor naik ke divisi welterweight junior dan gagal dalam tantangan pertamanya melawan Chantelle Cameron, namun meraih kemenangan angka mutlak dalam laga ulang mereka, dan menjadi juara tak terbantahkan dua kali. Pertarungan pertama Taylor untuk mempertahankan gelar tersebut akan terjadi saat menghadapi Serrano akhir tahun ini.
Lihat Juga :