alexametrics

Lupakan Insiden Catalunya, Lorenzo Fokus Musim Depan

loading...
Lupakan Insiden Catalunya, Lorenzo Fokus Musim Depan
Lupakan Insiden Catalunya, Lorenzo Fokus Musim Depan
A+ A-
BARCELONA - Jorge Lorenzo mengaku sudah melupakan insiden kecelakaan di MotoGP Catalunya, Spanyol, 16 Juni lalu. Pembalap Repsol Honda itu, memilih fokus pada MotoGP 2020 mendatang. Namun, secara jantan Lorenzo mengakui menjadi sumber masalah dalam kejadian tersebut.

Menurut dia, segenap Tim Honda sudah menyusun rencana untuk gelaran MotoGP 2020. Mereka tengah menguji dan menyiapkan mesin untuk musim balap tahun depan. Sebelum dilangsungkannya balapan MotoGP Catalunya 2019, Lorenzo berkunjung ke pabrikan utama Honda di Jepang. Dia berdiskusi dengan para teknisi mengenai pengembangan motor balap Honda.

Juara dunia MotoGP tiga kali itu, merasa mendapat sesuatu yang positif dari kunjungan tersebut. Lorenzo mengatakan pada sesi tes pascabalap MotoGP Catalunya 2019, dia dan para pembalap Honda lainnya saling bertukar motor untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan motor mereka. Menurut Lorenzo, itu adalah hal yang bagus guna menyongsong MotoGP 2020.



“Banyak hal yang kami diskusikan di Jepang atau dicoba di Barcelona untuk tahun 2020. Nakagami mencoba motor baru, sebagai gantinya Marc mengendarai motor Nakagami. Sekarang saya memiliki informasi lebih lanjut tentang karakteristik positif dan negatif dari motor yang baru," tutur Lorenzo dilansir Tutto Motori Web.

Meski mengakui menjadi biang rusuh dalam gelaran MotoGP Catalunya 2019, namun dukungan untuk Lorenzo terus mengalir. Mantan pembalap MotoGP John Hopkins tidak ingin melimpahkan segala kesalahan kepada Lorenzo. Hopkins sadar bahwa saat itu Lorenzo sebenarnya hanya mencoba memanfaatkan momentum untuk bisa mengambil alih posisis terdepan.

Sebelum gelaran MotoGP Catalunya, di sepanjang musim 2019 Lorenzo sejatinya tak pernah menuai hasil bagus. Pembalap berjuluk X-Fuera itu tak pernah sekalipun finis di jajaran 10 besar. Maka dari itu, ketika Lorenzo bisa berada di jajaran pembalap terdepan, ia ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadi pimpinan balapan. Motivasi yang sama dinilai Hopkins juga sebenarnya dimiliki oleh pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. Karena sepanjang musim ini Vinales baru sekali naik podium.

“Mempertimbangkan musim seperti apa yang telah dLorenzo alami sejauh ini, dia benar-benar ingin menjadi pimpinan balapan. Dia tahu memiliki kemampuan untuk berada di sana. Hal yang sama berlaku untuk Vinales. Awalnya, saya pikir dia akan bisa mengikuti balapan sampai akhir, dia tampak sangat termotivasi dan sangat kuat,” kata Hopkins dilansir Speedweek.

“Di masa lalu dia kesulitan pada tahap awal balapan, tetapi dia selalu memiliki langkah besar menjelang akhir. Dia kemudian mengubah itu di Catalunya. Meski dia gagal finis, tapi senang melihatnya berada di depan di lap pertama. Saya berharap ini akan berlanjut di balapan berikutnya,” pungkas Hopkins.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak