alexametrics

Dua Tim AS Melaju ke Babak Krusial Dua Turnamen Prestisius

loading...
Dua Tim AS Melaju ke Babak Krusial Dua Turnamen Prestisius
Dua Tim AS Melaju ke Babak Krusial Dua Turnamen Prestisius
A+ A-
NASHVILLE - 2019 layak disebut momentum kebangkitan persepakbolaan Amerika Serikat (AS). Dua tim kebanggaan negeri paman Sam itu melaju ke tahapan krusial dua turnamen prestisius. Dari tim nasional pria, AS lolos ke babak semifinal Piala Emas CONCACAF. The Stars and Stripes akan menghadapi Jamaika di Nissan Stadium, pagi ini. Perjalanan Michael Bradley dkk terbilang oke.

Mereka keluar sebagai juara Grup D dan menjaga clean sheet hingga mengalahkan Curacao 1-0 dibabak perempat final, Senin (1/7). Kini, dibawah komando Gregg Berhalter AS bukan hanya berpeluang mempertahankan gelar Piala Emas CONCACAF setelah 2017, itu sekaligus menandai membaikkannya prestasi tim nasional pria.

Maklum, di era David Sarachan (2017-2018) AS seolah tenggelam lantaran bertugas sebagai pelatih interim pasca dipecatnya Bruce Arena yang gagal meloloskan AS ke Piala Dunia 2018. Padahal sebelumnya Arena sukses mempersembahkan gelar Piala Emas CONCACAF 2017. Namun, Belhalter enggan cepat puas. Dia mengatakan perjalanan AS masih panjang dan berat.



Oleh karenanya, juru taktik berusia 45 tahun tersebut satu-satunya menjadikan tolak ukur keberhasilan timnya adalah menjadi juara Piala Emas CONCACAF 2019. Belhalter memilih berkonsentrasi mempersiapkan timnya dengan serius. Dia menilai, selain Meksiko dan Haiti, Jamaika juga dianggap sebagai penantang serius AS dalam perburuan gelar Piala Emas CONCACAF 2019 karena memiliki kualitas hebat.

Mereka bahkan mampu mengalahkan The Stars and Stripes 0-1 di lag ujicoba 6 Juni lalu. “Kami terus mengamati Jamaika. Mereka adalah tim yang bagus. Mereka memiliki kualitas yang bagus, kualitas serangan, kualitas serangan balik yang bagus, sangat cepat, lini belakang yang kuat. Dan kami melihat kesamaan dengan cara mereka bermain [sebulan yang lalu], dengan apa yang telah mereka lakukan di Piala Emas CONCACAF kali ini,”ungkap Belhalter dilansir espn.

Karenanya, Belhelter berjanji akan meningkat performa tim. Seperti diketahui, saat menang atas Curacao, AS mendominasi penguasaan bola 60 % namun hany menceploskan satu gol. Perubahan dilini depan sangat mungkin terwujud. Jozy Altidore yang sejauh ini menjadi pilihan kedua setelah Gyasi Zerdes bakal menjadi starter. Bangkitnya tim nasional pria seolah ingin membuktikan bahwa kekuatan AS merata.

Pasalnya tim wanita terbilang lebih superior. Mereka baru saja memastikan melangkah ke final Piala Dunia wanita 2019 usai mengalahkan Inggris 2-1, Rabu (3/7). Tiket partai puncak diraih dengan susah payah. AS unggul melalui Christen Press pada menit ke-10 mendapatkan perlawanan kuat dari Inggris yang menyamakan kedudukan berkat Ellen White (19).

Kemenangan tim berjuluk USWNT tersebut ditentukan oleh gol Alex Morgan (31). Di final yang akan berlangsung, Minggu (7/7) Pasukan Jill Ellis akan menghadapi pemenang laga semifinal Belanda versus Swedia, tadi malam. Jika berhasil menjadi juara maka AS bakal menjadi pengoleksi gelar terbanyak Piala Dunia Wanita sepanjang sejarah dengan empat gelar.

Saat ini AS memiliki tiga gelar (1991,1999,2015). “Saya tidak bisa mengekspresikan betapa bangganya saya. Ini adalah usaha luar biasa dari seluruh anggota tim. Kami memiliki banyak tantangan, tetapi kami terus melangkah. Ini adalah karakter AS. Saya sangat bangga dengan tim,” tandas Ellis.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak