Fakta dan Data Bayern Muenchen Juara Liga Champions 2019/2020
Senin, 24 Agustus 2020 - 04:50 WIB
loading...
A
A
A
- Ini menjadi final Piala Eropa/Liga Champions ke-11 Bayern Muenchen. Mereka berhasil mendekati prestasi Real Madrid yang sudah pernah merasakan 16 kali tampil di final. Adapaun enam gelar yang pernah direngkuh Bayern. Madrid masih jadi tim terbanyak peraih gelar dengan 13 kali, AC Milan (7) dan Liverpool (6).
- Bayern dan PSG telah bertemu delapan kali sebelumnya. PSG memenangkan lima pertandingan termasuk pertandingan terbaru pada Desember 2017.
- Penyerang Bayern Robert Lewandowski telah mencetak gol dalam sembilan pertandingan Liga Champions berturut-turut. Ia mendekati rekor Cristiano Ronaldo yang mencetak 11 gol beruntun di Liga Champions antara Juni 2017 dan April 2018).
- Bayern berhasil mencetak gol-ke-500 di Liga Champions dan menjadi tim ketiga yang mencapai jumlah tersebut di kompetisi ini setelah Barcelona (517) dan Real Madrid (567).
- Untuk pertama kalinya sejak restart, Bayern Munich gagal mencetak gol di paruh pertama pertandingan.
- Kingsley Coman jadi pemain Prancis kelima yang mencetak gol di final Liga Champions setelah Karim Benzema (2018), Zinedine Zidane (2002), Marcel Desailly (1994) dan Basile Boli (1993).
- Bayern dan PSG telah bertemu delapan kali sebelumnya. PSG memenangkan lima pertandingan termasuk pertandingan terbaru pada Desember 2017.
- Penyerang Bayern Robert Lewandowski telah mencetak gol dalam sembilan pertandingan Liga Champions berturut-turut. Ia mendekati rekor Cristiano Ronaldo yang mencetak 11 gol beruntun di Liga Champions antara Juni 2017 dan April 2018).
- Bayern berhasil mencetak gol-ke-500 di Liga Champions dan menjadi tim ketiga yang mencapai jumlah tersebut di kompetisi ini setelah Barcelona (517) dan Real Madrid (567).
- Untuk pertama kalinya sejak restart, Bayern Munich gagal mencetak gol di paruh pertama pertandingan.
- Kingsley Coman jadi pemain Prancis kelima yang mencetak gol di final Liga Champions setelah Karim Benzema (2018), Zinedine Zidane (2002), Marcel Desailly (1994) dan Basile Boli (1993).
Lihat Juga :