alexametrics

Rummenigge: Bayern Menunggu Efek Domino Bursa Transfer

loading...
Rummenigge: Bayern Menunggu Efek Domino Bursa Transfer
CEO Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge (kanan) saat presentasi bel Lucas Hernandez di Allianz Arena, Munich, Senin (8/7/2019)/Foto/Reuters
A+ A-
MUNICH - Bayern Muenchen sedang menanti transfer besar pertama di Eropa demi meningkatkan kualitas skuat mereka menjelang musim baru. Sejauh Bayern telah mengontrak juara dunia Prancis Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez.

Meski demikian, para penggemar FC Hollywood -julukan Bayern- menginginkan lebih banyak pemain baru sehingga mereka dapat menantang klub-klub top Eropa di Liga Champions yang terakhir dimenangkan pada 2013.

"Hari ini adalah 8 Juli. Saya tahu bahwa kesabaran bukanlah salah satu sifat utama penggemar atau publik," kata CEO klub Karl-Heinz Rummenigge kepada wartawan saat presentasi resmi bek Hernandez, Senin (8/7/2019).



"Pasar transfer terbuka sampai 2 September. Kami masih siap membawa apa yang disebut pemain top. Sampai saat ini belum ada satu transfer besar yang akan menjadi efek domino," imbuh Rummenigge.

Bayern memenangkan Bundesliga Jerman dan DFB Pokal musim lalu, tetapi tidak bisa melewati babak 16 Liga Champions. Bayern memulai musim Bundesliga 2019/2019 pada 16 Agustus melawan Hertha Berlin.

"Kami menunggu, semua klub menunggu transfer besar pertama. Karena itu akan memicu transfer lebih besar. Kami berada di posisi yang baik dan sabar."

"Saya mengerti orang-orang mengharapkan transfer besar dari Bayern. Tetapi saya tidak gamang sama sekali. Masih ada dua bulan lagi," ungkap Rummenigge.

"Kami akan memiliki tim yang akan sangat kompetitif. Target kami tidak akan lebih sedikit. Jangan berpikir kami tidak akan memiliki tim yang dapat memenangkan gelar liga kedelapan dan melakukan hal-hal besar di kompetisi lain."
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak