alexametrics

Akhir Kisah Dongeng Petenis 15 Tahun Cori Gauff di Wimbledon

loading...
Akhir Kisah Dongeng Petenis 15 Tahun Cori Gauff di Wimbledon
Begini Akhir Kisah Dongeng Petenis 15 Tahun Cori Gauff di Wimbledon/WTA
A+ A-
WIMBLEDON - Kisah dongeng petenis 15 tahun si pembunuh raksasa, Cori Gauff di Grand Slam Wimbledon berakhir. Telenovela kemenangan petenis termuda yang lolos ke babak keempat Grand Slam Wimbledon itu diakhiri oleh unggulan ketujuh asal Rumania, Simona Halep.



Mantan petenis nomor 1 dunia itu tampil prima saat menghentikan Gauff dalam straight set 6-3, 6-3 di lapangan 1 All England Club. Halep membutuhkan waktu 1 jam 15 menit untuk menghentikan episode kemenangan Gauff di Wimbledon.





"Aku pikir itu pertandingan yang luar biasa. Dia sangat potensial menjadi petenis bagus,"kata Halep. ''Sesuatu yang luar biasa dia bermain di babak keempat. Penampilan yang luar biasa. Aku pikir jika dia terus melaju, dia akan segera masuk Top 10,"lanjutnya.



Halep memuji teknik permainan Gauff yang sempat mematahkan servis Halep untuk memimpin 2-1 di set pertama. Begitu juga ketika di set kedua, Gauff mampu mematahkan servis Halep untuk menyamakan 2-2.



Halep mengungkapkan akan lebih berhati-hati jika bertemu Gauff lagi di turnamen lain. Pasalnya, kualitas Gauff seperti pemain dewasa yang berpengalaman. "Dia punya backhand yang kuat. Juga servisnya sangat keras. Pergerakannya sangat bagus. Dia tinggi, jadi tidak mudah baginya bergerak lincah," puji Halep.



"Dia akan menjadi penantang yang akan menyulitkan semua petenis. Jika dia bisa menjaga permainannya, dia akan semakin percaya diri dan bisa memenangi turnamen besar suatu saat nanti," tuturnya.



Dalam laga itu, Halep membuat 17 pukulan winners, 14 unforced errors, dan meraih 70 persen poin kemenangan. Gauff membuat 15 pukulan winners tapi melakukan 28 unforced errors. Kendati kalah, Gauff tidak mau menyerah saat melawan Halep. ABG asal Amerika Serikat itu menunjukkan jika petenis yang bekerja keras dalam pertandingan bisa meraih prestasi tinggi.



"Ini sesuatu yang bagus, hal positif bagi tenis. Pemain junior bisa melihat semua yang positif. Mereka akan termotivasi. Mereka percaya diri akan mendapatkan peluang. Apa yang dia lakukan sangat hebat,"tuturnya.



Kisah dongeng Cori Gauff diawali ketika menghentakkan lapangan rumput Wimbledon dengan mengalahkan lima kali juara Venus Williams di babak pertama. Hebatnya, Gauff menaklukkan seniornya tersebut dua set langsung 6-4, 6-4. Berikutnya, petenis Slovakia, Magdalena Rybarikova menjadi korban kibasan raket si pembunuh raksasa dengan menyerah 3-6, 3-6.



Di babak ketiga, giliran petenis Slovenia Polona Hercog menjadi korban kekuatan backhand Gauff dengan kekalahan tiga set 6-3, 6-7(7/9), 5-7. Kisah dongeng Cori Gauff akhirnya berakhir di tangan Simona Halep di babak keempat.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak