alexametrics

Meski Menang, Halep Akui Gauff Berpotensi Menjadi Petenis Hebat

loading...
Meski Menang, Halep Akui Gauff Berpotensi Menjadi Petenis Hebat
Meski Menang, Halep Akui Gauff Berpotensi Menjadi Petenis Hebat
A+ A-
WIMBLEDON - Kisah heroik bak dongeng Cori Gauff di Wimbledon 2019 berakhir. Langkah petenis ABG (anak baru gede) pembunuh raksasa berusia 15 tahun itu, dihentikan mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep. Gauff menyerah 3-6, 3-6 lapangan 1 All England Club, Senin (8/6). Meski tersingkir, namun Gauff menjadi petenis termuda yang lolos ke babak keempat dalam sejarah grand slam.

Gauff terlihat gugup menghadapi mantan petenis nomor 1 dunia itu, dia tidak tampil prima seperti Halep. "Aku pikir itu pertandingan yang luar biasa, Gauff sangat potensial menjadi petenis bagus. Sesuatu yang luar biasa dia bermain di babak keempat. Penampilan yang luar biasa. Aku pikir jika dia terus melaju, dia akan segera masuk Top 10," ujar Halep dilansir the guardian.

Petenis Rumania itu menambahkan, Gauff memiliki teknik permainan yang bagus. Terbukti, Gauff sempat mematahkan servis Halep untuk memimpin 2-1 di set pertama. Begitu juga ketika di set kedua, Gauff mampu mematahkan servis Halep untuk menyamakan 2-2.



Untuk itu, Halep mengaku akan lebih berhati-hati jika bertemu Gauff di turnamen lain. Menurutnya, Gauff memiliki kualitas seperti petenis dewasa yang berpengalaman. "Gauff punya backhand yang kuat, dan servisnya sangat keras. Pergerakannya sangat bagus. Dia tinggi, jadi tidak mudah baginya bergerak lincah," kata Halep.

"Dia akan menjadi penantang yang akan menyulitkan semua petenis. Jika dia bisa menjaga permainannya, dia akan semakin percaya diri dan bisa memenangi turnamen besar suatu saat nanti," sambung Halep.

Pada pertandingan tersebut, Halep membuat 17 pukulan winners, 14 unforced errors, dan meraih 70% poin kemenangan. Gauff membuat 15 pukulan winners, tapi melakukan 28 unforced errors. Meski kalah, Gauff tidak mau menyerah saat melawan Halep. Petenis asal Amerika Serikat itu menunjukkan jika petenis yang bekerja keras dalam pertandingan bisa meraih prestasi tinggi.

"Ini sesuatu yang bagus, hal positif bagi tenis. Pemain junior bisa melihat semua yang positif. Mereka akan termotivasi. Mereka percaya diri akan mendapatkan peluang. Apa yang dia lakukan sangat hebat," tukas Halep.

Kisah dongeng Gauff diawali ketika menghentakkan lapangan rumput Wimbledon dengan mengalahkan lima kali juara Venus Williams di babak pertama. Hebatnya, Gauff menaklukkan seniornya tersebut dua set langsung 6-4, 6-4. Berikutnya, petenis Slovakia, Magdalena Rybarikova menjadi korban kibasan raket si pembunuh raksasa dengan menyerah 3-6, 3-6.

Di babak ketiga, giliran petenis Slovenia Polona Hercog menjadi korban kekuatan backhand Gauff dengan kekalahan tiga set 6-3, 6-7(7/9), 5-7. Kisah dongeng Cori Gauff akhirnya berakhir di tangan Simona Halep di babak keempat.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak