alexametrics

Piala Afrika 2019

Laju ke Semifinal, Senegal dan Nigeria Buka Peluang Juara

loading...
Laju ke Semifinal, Senegal dan Nigeria Buka Peluang Juara
Laju ke Semifinal, Senegal dan Nigeria Buka Peluang Juara
A+ A-
KAIRO - Kesabaran memang selalu membuahkan hasil manis, seperti yang dirasakan Senegal dan Nigeria. Momentum keduanya untuk berjaya di Piala Afrika 2019 semakin terbuka usai menapaki babak semifinal. Senegal misalnya, tim berjuluk Les Lions de la Téranga tersebut kembali ke semifinal Piala Afrika pertama kalinya setelah 2006 usai mengalahkan Benin 1-0 di 30 June Air Defence Stadium, Rabu (11/7) lewat gol tunggal Idrissa Gana Gueye pada menit ke-69.

Keberhasilan maju ke babak empat besar menjadi kesempatan emas Sadio Mane dkk membuktikan sudah saatnya mereka menjadi juara. Maklum, pada setiap keikutsertaannya, Senegal selalu difavoritkan, namun tidak pernah meraih gelar. Prestasi terbaik mereka adalah menempati posisi runner up tahun 2002. Ketika itu Senegal takluk 2-3 dari Kamerun lewat drama adu penalti.

Karenanya, pelatih Aliou Cisse mengapresiasi perjuangan pasukannya yang hanya mampu menceploskan satu gol. Dia menilai Benin sangat tangguh meski harus bermain dengan 10 pemain ketika Olivier Verdon mendapatkan kartu merah (82). “Kami menghadapai laga sulit seperti yang kami harapkan. Para pemain tidak pernah menyerah. Mereka menunjukkan mentalitas yang baik, sabar dan mengikuti instruksi yang saya berikan,”kata Cisse dilansir capitalfm.co.ke



Juru taktik berusia 43 tahun tersebut menegaskan Senegal kini hanya memiliki satu tujuan yakni menjuarai Piala Afrika pertama kalinya sepanjang sejarah. Cisse mengindikasikan Les Lions de la Téranga siap melibas siapapun lawan yang mereka hadapi di semifinal, Minggu (14/7). Senegal menunggu pemenang laga perempat final antara Madagaskar versus Tunisia yang berlangsung tadi malam.

“Pada tahap turnamen ini, siapa pun dapat mengalahkan siapa pun. Kami datang ke sini dengan ambisi memainkan tujuh laga, dan kami akan memainkannya. Kami ingin bermain di final dan menjadi juara Piala Afrika 2019,”tegasnya. Dikubu lawan, Benin telah menorehkan pencapaian fenomenal yakni menembus perempatfinal Piala Afrika untuk pertama kalinya.

Pada pertisipasi di tiga edisi sebelumnya (2004, 2008.2010), tim berjuluk Les Écureuils tersebut selalu terhenti di fase grup. Hal itu membuat pelatih Michel Dussuyer begitu bangga dengan seluruh anggota skuadnya yang telah mengharumkan nama negara di pentas internasional. Dia yakin kinerja bagus di Piala Afrika 2019 bakal melecut Benin tampil lebih oke di event-event bergengsi lainnya.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain yang telah menangani tantangan dengan sempurna. Mereka harus bangga. Mereka membuat negara bangga. Kekecewaan memang ada, tetapi kami pulang dengan kepala tegak,” ungkapnya. Sementara itu, Langkah Senegal juga diikuti Nigeria. Tim berjuluk Super Eagles tersebut melaju ke semifinal usai mengalahkan Afrika Selatan 2-1. Gol-gol dari Samuel Chukwueze (27) William Troost-Ekong (89).

Itu menandai kebangkitan Nigeria yang tiga edisi sebelumnya gagal mentas di Piala Afrika. Kans mereka menambah gelar juara setelah 1980, 1994 dan 2013 pun mengemuka. Nigeria akan bersua antara Pantai Gading atau Aljazair. Pelatih Gernot Rohr mengungkapkan penggunaan VAR untuk pertama kali di Piala Afrika sempat membuat timnya terganggu, namun terbantu karena teknologi tersebut menganulir beberapa kesempatan yang diperoleh Afsel.

Rohr menilai karakter kuat menjadi faktor penting Nigeria sehingga mampu mengatasi Afsel. “Sekarang kami kuat secara mental dan kami bisa bangkit setelah tertekan. "Sikap para pemain begitu luar biasa, Saya memiliki hubungan yang begitu baik dengan semua orang,” tandasnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak