alexametrics

Imbang Kontra Persib, Julio Banuelos: Kami Akan Coba Lagi

loading...
Imbang Kontra Persib, Julio Banuelos: Kami Akan Coba Lagi
Imbang Kontra Persib, Julio Banuelos: Kami Akan Coba Lagi
A+ A-
JAKARTA - Daya gedor Persija Jakarta awal musim ini masih lemah. Terbukti hingga enam pertandingan Liga 1, Macan Kemayoran baru mencetak lima gol. Ismed Sofyan dkk pun dituntut lebih efektif dalam memaksimalkan peluang untuk menjadi gol. Persija Jakarta tampil melempem musim ini. Dari enam laga, tim ibu kota baru mengemas satu kemenangan, yakni atas tim promosi PSS Sleman.

Selebihnya, anak asuh Julio Banuelos sudah menelan dua kekalahan dan tiga kali bermain imbang. Penurunan performa juara bertahan Liga 1 ini tidak lepas dari buruknya kinerja barisan penyerang Persija Jakarta. Striker mereka tidak pernah mencetak lebih dari satu gol. Marko Simic yang musim lalu menjadi top skor Piala Presiden itu sejauh ini baru menyumbang tiga gol.

Sisanya disumbangkan Ryuji Utomo yang berposisi bek. Dibandingkan musim lalu, produktivitas Persija dalam enam laga pertama terpaut jauh. Pada 2018, tim kebanggaan The Jakmania ini sudah mencatatkan 10 gol. Kemenangan terbesar dicatatkan saat melawan PSIS Semarang (4-1), kemudian kontra Arema FC (3-1), dan Borneo FC (2-0). Jika menilik statistik musim ini, skuad Persija memang bermain kurang efektif dan sering buang-buang peluang.



Seperti dalam laga kontra Persib, playmaker Bruno Matos mendapatkan empat peluang emas namun gagal dikonversi menjadi gol. Padahal pemain asal Brasil itu sudah berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang MaungBandung. Dalam laga berkesudahan 1-1 tersebut, MacanKemayoran tercatat melakukan 12 tembakan namun hanya enam yang mengarah ke gawang.

Dari jumlah tersebut, hanya satu berbuah gol, yakni tandukan Marko Simic pada menit ke-75. Bandingkan dengan tim tamu yang hanya mencatatkan dua shooton target, dengan satu berbuah gol lewat Artur Gevorkyan. Pelatih Julio Banuelos juga menyayangkan kegagalan pemainnya memaksimalkan peluang. Karena itu, dia menuntut pemainnya lebih bermain lebih efektif pada laga selanjutnya.

“Di babak pertama, kami memiliki enam sampai tujuh peluang, tapi tidak menjadi gol. Di babak kedua, kami berhasil mencetak gol. Namun sayang, kami kecolongan. Tim pelatih dan pemain sudah berjuang meski hasilnya seperti ini. Kami akan mencoba lagi di laga berikutnya,” katanya. Buang-buang peluang Persija ini sudah terlihat dalam beberapa laga sebelumnya.

Pada pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Ismed Sofyan mencatatkan 12 percobaan namun hanya enam mengarah ke gawang. Ironisnya, hanya satu berhasil dikonversi menjadi gol. Pada laga kontra Persela, mandulnya barisan penyerang Persija juga terlihat.

Dari enam tembakan ke arah gawang, tidak satu pun yang berbuah gol. Hasilnya, kedua tim harus puas bermain dengan skor kacamata. Hasil lebih buruk dicatatkan saat menghadapi Bali United. Macan Kemayoran tercatat melepaskan 15 tembakan, tapi hanya empat mengarah ke gawang. Hasilnya, mereka pulang tanpa poin setelah takluk dengan skor 0-1.

Demikian halnya ketika dikalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-2. Persija mencatatkan 11 percobaan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang namun hanya satu berbuah gol. Pada laga perdana, tim ibu kota bahkan hanya mencatatkan sembilan tembakan namun hanya satu yang berujung gol.

Meski Macan Kemayoran tidak kunjung unjuk taring di Liga 1, striker Marko Simic tetap optimistis dengan potensi timnya. Persija yang kini bertengger di peringkat 13, menurutnya masih berpeluang mempertahankan gelar juara dan menjadi kampiun di akhir musim. Alasannya, kompetisi baru berjalan enam pekan.

“Kompetisi ini masih sangat panjang dan performa kami terus meningkat serta punya peluang besar mempertahankan gelar. Memang hasil ini membuat kami kecewa, tapi kami siap bangkit lagi. Siap fokus lagi di laga berikutnya,” ujar striker yang baru saja menyumbang gol ke-50 untuk Persija.

Sementara itu, Kapten Persib Supardi Nasir Bujang menilai, keberhasilan timnya mencuri satu poin di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak lepas dari semangat pantang menyerah Maung Bandung. Apalagi hasil ini menghentikan rekor buruk dalam dua laga sebelumnya yang berakhir dengan kekalahan.

“Hasil yang patut disyukuri meskipun target kita tiga poin. Inilah hasil yang kita dapat dan semua pemain, terutama di babak kedua sudah melakukan apa yang pelatih inginkan, itu yang penting dan mudah-mudahan hasil hari ini menjadi motivasi untuk laga selanjutnya,” ujarnya.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak