alexametrics

Wimbledon 2019

Djokovic Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kandaskan Federer

loading...
Djokovic Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Kandaskan Federer
Novak Djokovic mempertahankan gelar grand slam Wimbledon setelah mengandaskan perlawanan Roger Federer. Kemenangan Djokovic ditentukan di set kelima. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
A+ A-
LONDON - Novak Djokovic berhasil mempertahankan gelar grand slam Wimbledon setelah mengandaskan perlawanan Roger Federer. Kemenangan di final tidak didapat dengan mudah, karena Federer memaksanya bermain sampai set kelima.

Bertanding di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Minggu (14/7/2019) malam waktu Indonesia, Djokovic memang sedikit lebih difavoritkan menang. Sebab, petenis Serbia berjuluk Joker merupakan unggulan pertama sekaligus juara bertahan di turnamen grand slam rumput.

Meski begitu, Federer yang duduk sebagai unggulan kedua tampil dengan agresivitas tinggi. Sejak set pertama, ia memaksa Djokovic memeras keringat dengan berkejar-kejaran angka. Petenis asal Swiss juga mencuri set kedua dan keempat sebelum akhirnya Djokovic mengunci kemenangan 7-6(7-5), 1-6, 7-6(7-4), 4-6, 13-12(7-3)



Menurut statistik yang dirilis laman resmi Wimbledon, Federer membuat 25 aces dan 6 double faults selama pertandingan. Namun, Djokovic bermain lebih efektif dengan 79% poin didapatnya dari serve pertama.


Ini menjadi gelar kelima Djokovic di grand slam Wimbledon. Sebelumnya, petenis 32 tahun memenangkan gelar serupa pada tahun 2011, 2014, 2015, dan 2018. Gelar ini sekaligus membuatnya total mengoleksi 16 trofi grand slam.

Meski begitu, Djokovic belum melewati jumlah trofi Federer di Wimbledon. Predikat petenis aktif tersukses di Wimbledon masih disandang Federer yang mengoleksi delapan trofi di All England Lawn Tennis, masing-masing pada tahun 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2012, dan 2017.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak