alexametrics

Soal Maguire, Leicester Dua Kali Tolak Tawaran Manchester United

loading...
Soal Maguire, Leicester Dua Kali Tolak Tawaran Manchester United
Manchester United tengah berusaha mendatangkan bek Leicester City, Harry Maguire. Namun, klub berjuluk Setan Merah dua kali ditolak. Foto: IST
A+ A-
MANCHESTER - Manchester United disebut-sebut selangkah lagi mendapatkan bek Inggris, Harry Maguire. Namun, pelatih The Foxes, Brendan Rodgers mengatakan kedua pihak belum mencapai kata sepakat.

Rodgers menyebut bahwa Leicester City sudah dua kali menolak tawaran Manchester United terkait Harry Maguire. Mantan pelatih Liverpool itu menjelaskan bahwa pihaknya menolak tawaran Manchester United karena harga yang tidak sesuai.

Leicester City membanderol Harry Maguire dengan harga 90 juta pound atau setara Rp1,56 triliun. Sedangkan Manchester United berusaha memboyongnya dengan nilai kurang dari itu.



"Harry adalah pemain berkualitas tinggi. Tidak ada tawaran yang mendekati nilai untuk menggoda klub menjualnya," kata Rodgers dikutip Daily Mail, Rabu (17/7/2019).

Jika Manchester United tidak segera mengamankan tanda tangan Maguire, Setan Merah kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan menggaet sang pemain bertahan. Sebab, Manchester City disebut-sebut ingin membajak sang pemain.

Seperti kita ketahui, Manchester City berusaha mendatangkan bek anyar guna menambal lubang yang ditinggal Vincent Kompany. Klub tajir itu mungkin saja punya uang untuk membeli Maguire, namun mereka sedang berhati-hati dalam transfer karena ancaman financial fair play (FPP).

Siapa pun klub yang bisa mendatangkan Harry Maguire dengan nilai tak kurang dari yang diajukan Leicester, akan memecahkan rekor transfer bek termahal di Liga Inggris. Sebelumnya, rekor itu dipegang Virgil van Dijk ketika diboyong Liverpool dari Southampton pada Januari 2018 dengan nilai 75 juta pound.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak