alexametrics

Di Atletico, Kieran Trippier Dituntut Tak Jago Kandang

loading...
Di Atletico, Kieran Trippier Dituntut Tak Jago Kandang
Kieran Trippier dituntut tak jadi jago kandang setelah resmi digaet Atletico Madrid. Foto : Ist
A+ A-
MADRID - Pemain Inggris disebut sering disebut sebagai jago kandang. Mereka hanya bersinar terang saat bermain di negara sendiri. Sedangkan saat bermain di kompetisi lain, penampilan mereka menjadi turun.

Stigma yang sudah telanjur melekat dan membuat tak banyak pemain Inggris berani mengadu nasib di negara orang. Namun, transfer Kieran Trippier ke Atletico Madrid bisa menjadi pintu untuk menghapus stigma tersebut. Sebab dalam dua musim terakhir, tak sedikit pemain asli Inggris yang berani mengadu peruntungan di kompetisi lain pada usia relatif muda. Bukannya saat sudah renta sehingga hanya bermain di Amerika Serikat atau Asia. Data memperlihatkan pada musim 2018/2019 terdapat 20 pemain muda Inggris melanglang buana di lima besar kompetisi top Eropa. Bundesliga menjadi tempat favorit dengan menempatkan tujuh pemain.

Mereka adalah Jadon Sancho dan Denzeil Boadu (Borussia Dortmund/Bundesliga), Reiss Nelson (Hoffenheim), Chima Okoroji (Freiburg), Keanan Bennetts, Mandela Egbo (Borussia Mongchengladbach), dan Danny Collinge (VfB Stuttgart). Dua pemain di Primera Liga, Patrick Roberts (Girona) dan Marcus McGuane (Barcelona); dua pemain di Seri A, Ronaldo Vieira (UC Sampdoria) dan Stephy Mavididi (Juventus); serta Ligue 1 diwakili tiga pe - main, Sheyi Ojo (Stade Reims), Reo Griffiths (Olympique Lyon), dan Jonathan Panzo (AS Monaco). Sementara di Ere divisie terdapat enam pemain, yakni Jake Clark-Salter serta Max Clark (Vitesse), Marcus Edwards (Excesior), Dan Crowley (Willem II), Greg Leigh (NAC Breda), dan Easah Suliman (FC Emmen).



Langkah Trippier hijrah ke La Liga setelah nyaman bersama Tottenham Hotspur menjadi indikasi bahwa pemain Inggris kini mulai berani menerima tantangan. Gelandang tim nasional Inggris itu resmi menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan Atletico Madrid senilai 20 juta Poundsterling, Rabu (17/7/2019).

Semakin spesial karena Trippier merupakan pemain Inggris pertama Atletico dalam 95 tahun terakhir sejak Drinkwater pada musim 1923/1924. Ikatan kuat Atletico dengan Inggris sejatinya telah terjalin panjang. Mereka pernah ditangani nakhoda asal negeri kick and rush tersebut, yakni Vince Hayes (1924/1924), Fred Pentland (1925/1926, 1933/1935), Walter Harris (1932/1933), Ron Atkinson (1988/1989), dan Colin Addison (1989).

“Ini adalah perasaan luar biasa. Saya selalu berkeinginan bermain di luar Inggris dan Atletico pilihan saya. Mereka lolos ke beberapa final kompetisi Eropa dan bermain bagus di Primera Liga dalam beberapa tahun terakhir. Atletico memiliki pelatih dan skuad kelas dunia,” kata Trippier dilansir foxsportsasia.com.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak