alexametrics

Akui Pacquiao Hebat, Thurman Ingin Tanding Ulang

loading...
Akui Pacquiao Hebat, Thurman Ingin Tanding Ulang
Petinju AS Keith Thurman (kanan) kehilangan sabuk juara kelas welter WBA (super) setelah dikalahkan Manny Pacquiao di MGM Grand Garden Arena, Nevada, AS, Minggu (21/7/2019) siang WIB/Foto/Reuters
A+ A-
LAS VEGAS - Petinju AS Keith Thurman kehilangan sabuk juara kelas welter WBA (super) setelah dikalahkan legendaris Filipina Manny Pacquiao di MGM Grand Garden Arena, Nevada, AS, Sabtu (20/7/2019) malam waktu lokal atau Minggu (21/7/2019) siang WIB. Thurman memberi perlawanan sengit terhadap Pacquiao, meski sempat tumbang di ronde pertama.

Thurman kalah angka (split decision) setelah dua juri tidak memihak dirinya. Dave Moretti dan Tim Cheatham memberi kemenangan Pacquaio dengan skor 115-112, sedangkan Glenn Feldman memberi skor 114-113 untuk Thurman. (Baca juga: Menang, Pacquiao Rampas Sabuk Juara Thurman).

Petinju berusia 30 tahun itu bisa menguasai diri dan memberi perlawanan pada Pacquiao. Thurman (menang 29 kali, kalah 1) menunjukkan kegigihan luar biasa dalam pertarungan. Thurman sempat berulang kali menghajar dagu Pacquiao dengan pukulan telak. Namun, kedua petinju tidak ada yang berhasil menjatuhkan lagi.



Thurman mengatakan lebih suka bahwa dia dan Manny Pacquiao memiliki kesempatan lain untuk tanding ulang. "Saya akan menyukai pertandingan ulang," kata Thurman dilansir philstar.com.

"Saya berharap, saya memiliki lebih banyak output untuk bersaing Pengondisian saya, hasil saya, di belakang Manny Pacquiao malam ini. Malam ini adalah berkah dan pelajaran. Terima kasih, Manny Pacquiao.”

Pacquiao menunjukkan dirinya masih tangguh meski menginjak usia 40 tahun. Juara kelas welter reguler itu membalikkan momentum pada ronde ke-10 dengan serangkaian pukulan bertenaga, termasuk pukulan ke tubuh yang membuat Thurman kesakitan.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak