alexametrics

Manny Pacquiao Ibarat T-Rex yang Tak Pernah Punah

loading...
Manny Pacquiao Ibarat T-Rex yang Tak Pernah Punah
Ayunan pukulan T-Rex pun seakan tidak pernah punah itu dibuktikannya saat Pacquiao menjatuhkan petinju berusia 30 tahun di ronde pertama / Istimewa
A+ A-
LAS VEGAS - Sumpah serapah yang dilontarkan Keith Thurman yang berencana pensiunkan Manny Pacquiao justru mencederai dirinya sendiri. Pada pertarungan perebutan sabuk juara kelas welter WBA di MGM Grand Garden Arena, Minggu (21/7/2019), ikon tinju Filipina malah mencoreng rekor tak terkalahkan One Time.

Jauh sebelum pertarungan melawan Pacquiao berlangsung, Thurman kerap kali mengumbar kata-kata yang menjatuhkan lawannya. Mulai dari rencananya bakal mengakhiri karier Pac Man sampai menyebut petinju berusia 40 tahun tersebut memiliki lengan seperti T-Rex.

Perkataan itu justru menambah motivasi Pacquiao untuk mengalahkan Thurman. Meski usianya 10 tahun lebih muda dibandingkan lawannya, namun Pacquiao dikenal sebagai salah satu petinju pound to pound terbaik yang pernah ada.



Sabuk juara dunia di delapan kelas berbeda menjadi bukti bahwa ia merupakan petinju yang patut diperhitungkan seperti yang terjadi di pertarungan ini. Ayunan pukulan T-Rex pun seakan tidak pernah punah itu dibuktikannya saat Pacquiao menjatuhkan petinju berusia 30 tahun di ronde pertama.

Setelah 12 ronde dilalui, Pacquiao akhirnya menggarisbawahi namanya sebagai pemenang di depan 14.356 penonton yang memadati MGM Grand Garden Arena setelah menang angka atas Thurman. Dave Moretti dan Tim Cheatham memberi kemenangan Pacquaio dengan skor 115-112, sedangkan Glenn Feldman memberi skor 114-113 untuk Thurman.

Ini merupakan kemenangan kedelapan Pacquiao selama tampil di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas. Thurman pun dijadikan sebagai korban ke-62 Pacquiao sepanjang kariernya di atas ring.

"Terima kasih banyak untuk datang ke sini dan menyaksikan pertarungan. Saya yakin mereka bahagia malam ini karena mereka melihat pertarungan yang bagus. Meskipun Thurman kalah, dia melakukan yang terbaik. Dia bukan lawan yang mudah. Dia petinju yang bagus dan dia kuat. Saya baru saja diberkati malam ini," kata Pacquiao, pasca pertandingan.

Ini menjadi pertarungan terakhir Pacquiao di tahun 2019. Dia berencana untuk beristirahat dan fokus pada pekerjaannya sebagai senator di Filipina.

"Saya akan bertarung tahun depan. Saya akan kembali ke Filipina dan bekerja dan kemudian membuat keputusan. Saya berharap untuk berada di pertarungan Errol Spence vs Shawn Porter pada 28 September."
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak