alexametrics

Pacquiao Pulang Kampung ke Filipina

loading...
Pacquiao Pulang Kampung ke Filipina
Pacquiao sedang mempersiapkan keberangkatan ke Filipina menggunakan jet pribadi bersama keluarga tercinta. Pacquiao diperkirakan akan tiba di Filipina, Selasa pukul 02.00 waktu Manila / ABS-CBN News
A+ A-
LAS VEGAS - Manny Pacquiao mengguratkan tinta emas dalam sejarah tinju dengan merebut sabuk juara dunia kelas welter versi WBA Super usai mengotori rekor tak terkalahkan Keith Thurman di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Minggu (21/7/2019) WIB. Kemenangan ini dipandang ikon tinju Filipina sebagai rencana Tuhan.

Pacquiao hadir di dunia tinju sejak 2001 ketika ia melakukan debut yang disiarkan langsung oleh HBO dengan mengalahkan Lehlo Ledwaba untuk mengklaim sabuk juara IBF seberat 122 pound. Jejak langkah Pac Man di atas ring mulai mendapatkan sorotan ketika ia merebut kemenangan penting melawan Marco Antonio Barrera, Erik Morales, dan Juan Manuel Marquez.

Sejak itu, kisah perjalanan karier Pacquiao paling laris dipasarkan. Sederet pengalaman suka dan duka di atas ring tinju pernah dirasakan. Petinju tenar seperti Oscar De La Hoya, Ricky Hatton dan Miguel Cotto pernah dikalahkannya.



Tapi karier Pacquiao tidaklah mulus. Dia juga pernah merasakan bagaimana mengalami kekalahan di depan puluhan ribu penonton sewaktu dipermalukan Timothy Bradley Jr (2012), Marquez (2012), Floyd Mayweather Jr (2015) dan Jeff Horn (2017). Sehingga tak aneh ketika banyak kalangan yang menilai bahwa kualitas fisik Pacquiao sebagai petinju telah berkurang saat ia bertempur dengan Thurman, yang notabene dikenal sebagai petinju tak terkalahkan (sebelum pertarungan).

Pacquiao versus Thurman adalah pertarungan menghibur yang serba cepat. Setelah periode penurunan fisik yang berujung pada kekalahannya dari Jeff Horn pada tahun 2017, Pacquiao tampaknya telah tumbuh lebih cepat dan lebih kuat lagi.

Refleks, pukulan tangan, gerak kaki, dan fisiknya tidak terlihat mengalami penurunan. Dan, Pacquiao pada akhirnya mampu menyumpal mulut para pengkritik setelah ia memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka 115-112 (dua juri) dan 114-113 (satu juri).

"Saya pikir saya bisa menentukan peringkat ini dengan pertarungan melawan Margarito, De La Hoya, Morales, Marquez, dan Barrera. Kamu melihat malam ini apa yang kita lakukan di atas ring. Lawan saya juga sangat tangguh dan kuat. Ini pertama kalinya saya bertemu seseorang yang bertangan berat seperti Keith Thurman. "

Ini pujian yang tinggi dari Pacquiao yang berusia 40 tahun, karena Thurman (29-1, 22 KO) memang memiliki banyak momen dan tidak mudah bagi Pacquiao, meskipun keputusan itu sepenuhnya adil. Sekarang Pacquiao sedang mempersiapkan keberangkatan ke Filipina menggunakan jet pribadi bersama keluarga tercinta.

Pacquiao diperkirakan akan tiba di Filipina, Selasa pukul 02.00 waktu Manila. Seharusnya dia menghadiri pidato kenegaraan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, hari ini, tetapi ia disarankan oleh tim medis untuk tidak segera menggunakan penerbangan setelah pertarungan.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak