alexametrics

Ellyas 'The Exocet' Pical Senang ACT Beri Penghargaan

loading...
Ellyas The Exocet Pical Senang ACT Beri Penghargaan
Ellyas Pical, salah satunya legendaris tinju yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia/Foto-foto/istimewa
A+ A-
JAKARTA - Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT memberikan penghargaan kepada atlet veteran Indonesia di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Program 'Penghargaan Atlet Veteran tahun 2019' bertujuan untuk menghargai perjuangan atlet veteran yang mengharumkan nama bangsa.

Penghargaan berupa bantuan dana ini merupakan program lanjutan dari kerjasama Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Kitabisa.com dan Grab Indonesia. Dari tujuh atlet veteran yang disambangi ACT, salah satunya legendaris tinju yang membawa nama Indonesia harum di kancah dunia, Ellyas Pical.

Ellyas terkenal dengan julukan ‘The Exocet’, karena memiliki kecepatan dan kekuatan pukulannya yang seperti rudal asal Prancis saat berjaya di atas ring.



“Semoga penghargaan yang diberikan dapat menambah kebahagiaan para atlet. Terutama kepada Pak Ellyas, semoga dalam melatih atlet muda dapat menemukan bibit unggul untuk Indonesia ke depannya," kata tim program MSR-ACT Dayani, Senin (22/7/2019).
Ellyas 'The Exocet' Pical Senang ACT Beri Penghargaan

Dalam usia yang tidak lagi muda, Ellyas masih dapat mengingat baik cerita-cerita dibalik piagam yang berjejer di lemarinya dan bagaimana awal berkarier. Dia menceritakan kisah-kisahnya semasa masih berlaga di arena tinju.

Ellyas menjelaskan bagaimana ia mengalahkan petinju asal Korea Selatan, Chun Du Jo. Pertandingan itu merupakan kejuaraan dunia tinju kelas bantam junior versi IBF, pada 3 Mei 1983.

“Ketika dia memukul saya, saya menghindar lalu mundur sedikit. Kemudian saya kasih dia hook tepat di rahang kanannya. Setelah itu langsung KO dia,” ujar Ellyas sembari mempergakan gerakannya itu kepada tim Mobile Social Rescue (MSR)-Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pikiran menjadi petinju terbesit di benak Ellyas Pical pada saat ia baru berumur 14 tahun. Selain karena hobi, pada masa itu ia melihat Muhammad Ali bertanding di layar kaca. Terinspirasi dengan Ali, dia kemudian bercita-cita untuk menjadi juara dunia dalam cabang olahraga tinju. Meskipun awalnya, keputusan tersebut sempat tidak disetujui orangtuanya.

“Mama saya tidak mau, lalu ada adiknya mama saya (paman) yang bilang ‘Jangan ditolak-tolak. Kalau anak (kamu) mau kenapa harus ditolak? Dia ingin menjadi atlet, ya biarkan saja dia berjalan. Mudah-mudahan dia bisa menjadi orang yang baik, lalu terkenal. Eh, betul terjadi,” kenang Ellyas.
Ellyas 'The Exocet' Pical Senang ACT Beri Penghargaan

Pada akhirnya, pamannya yang menggembleng fisik Ellyas hingga menjadi atlet tinju profesional. Dia menambahkan, latihan yang disiplinlah yang menjadi kunci suksesnya untuk memenangkan pertandingan. Persiapan latihan selalu dilakukan minimal enam bulan sebelum pertandingan berlangsung.

“Memang latihan itu mesti kita persiapkan dari awal sebelum pertandingan, kita harus persiapkan dari bawah (arena tinju). Supaya kalau kita sudah dalam pertandingan kan sudah kuat, stabil, stamina sudah bagus. Tapi kalau tidak latihan dari bawah, tidak akan bisa maju,” ungkapnya semangat.

Walaupun Ellyas telah memutuskan pensiun pada tahun 1993 lalu, semangat Ellyas Pical masih sama besarnya pada olahraga ini. Kini, ia masih aktif bekerja di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ellyas pun mengaku merasa senang dengan adanya penghargaan ini. “Saya merasa bangga karena diperhatikan oleh ACT, Grab, dan Kitabisa.com dan masyarakat yang mendukung saya dan keluarga saya melalui penghargaan ini."

"Saya harap atlet-atlet generasi muda, kalau ingin menjadi atlet yang baik, harus berlatih sungguh-sungguh supaya bisa mengharumkan nama bangsa. Saya harap juga mereka selalu bekerja keras, berlatih yang baik. Saya akan selalu beri mereka semangat, agar bisa mengharumkan nama bangsa dan negara,” tutupnya.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak