Gustavo Balart, Petarung MMA Terpendek Tatap Gelar Juara Dunia
Rabu, 31 Juli 2024 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Balart pun mengaku terinspirasi dari sebuah game MMA yang ia mainkan di Kuba. Adapun sosok GOAT kelas terbang Demetrious Johnson ikut ambil andil dalam proses transisinya ke disiplin MMA.
Dalam prosesnya, panggilan tersebut meneguhkan langkah Balart untuk menjadi seniman MMA. Langkah berani pun diambil dengan meninggalkan istri dan anak-anaknya di Kuba untuk mencari penghidupan yang lebih cerah di Amerika Serikat.
"Keputusan itu sangat sulit. Ketika saya pergi meninggalkan Kuba, saya juga meninggalkan anak perempuanku yang berumur 5 tahun, anak perempuanku yang berumur 3 tahun dan istriku yang tengah hamil tiga bulan," kenang Balart.
Bersama sang ayah, Balart meninggalkan tanah kelahirannya dan berpindah di Amerika Latin selama beberapa bulan demi mencapai Negeri Paman Sam. Ia pun tak ubahnya para transmigran selama itu.
"Saya pergi meninggalkan Kuba ke Amerika Serikat pada 28 November 2015. Saya terbang ke Kolombia, beberapa bulan setelahnya saya tiba di Amerika Serikat pada 28 November 2015," jelas Balart.
"Datang ke Amerika lewat jalur itu sangat berbahaya. Ada banyak kriminal. Mereka tahu kalau kami adalah orang Kuba yang pergi ke Amerika Serikat dan tahu kami membawa uang. Beruntung kami tidak kenapa-kenapa," sambungnya
Dalam prosesnya, panggilan tersebut meneguhkan langkah Balart untuk menjadi seniman MMA. Langkah berani pun diambil dengan meninggalkan istri dan anak-anaknya di Kuba untuk mencari penghidupan yang lebih cerah di Amerika Serikat.
"Keputusan itu sangat sulit. Ketika saya pergi meninggalkan Kuba, saya juga meninggalkan anak perempuanku yang berumur 5 tahun, anak perempuanku yang berumur 3 tahun dan istriku yang tengah hamil tiga bulan," kenang Balart.
Bersama sang ayah, Balart meninggalkan tanah kelahirannya dan berpindah di Amerika Latin selama beberapa bulan demi mencapai Negeri Paman Sam. Ia pun tak ubahnya para transmigran selama itu.
"Saya pergi meninggalkan Kuba ke Amerika Serikat pada 28 November 2015. Saya terbang ke Kolombia, beberapa bulan setelahnya saya tiba di Amerika Serikat pada 28 November 2015," jelas Balart.
"Datang ke Amerika lewat jalur itu sangat berbahaya. Ada banyak kriminal. Mereka tahu kalau kami adalah orang Kuba yang pergi ke Amerika Serikat dan tahu kami membawa uang. Beruntung kami tidak kenapa-kenapa," sambungnya
Lihat Juga :