Skandal Transgender di Cabor Tinju Olimpiade Paris 2024, IOC Membela Diri

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 08:56 WIB
loading...
Skandal Transgender...
Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya menanggapi perihal skandal tes gender pada cabang olahraga (cabor) tinju di Olimpiade Paris 2024 / Foto: The Guardian
A A A
Komite Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya menanggapi perihal skandal tes gender pada cabang olahraga (cabor) tinju di Olimpiade Paris 2024 . Ini berkaitan dengan kontroversi di balik kemenangan Imane Khelif atas Angela Carini.

Khelif berhasil menang melawan Carini hanya dalam waktu 46 detik di North Paris Arena. Kemenangan ini jelas memicu perdebatan, tapi IOC tetap pada keputusannya untuk mengizinkan dua petinju yang gagal dalam tes kelayakan gender untuk bertanding di Olimpiade Paris 2024.

Sekadar informasi, Imane Khelif dan Lin Yu-ting telah diizinkan untuk bertanding di Olimpiade Paris 2024 meskipun gagal dalam tes kelayakan gender yang dilakukan oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA), tahun lalu.

Baca Juga: Dihajar Petinju Transgender, Angela Carini Menyerah Takut Hidungnya Patah

Imane Khelif dari Aljazair didiskualifikasi beberapa jam sebelum pertandingan perebutan medali emasnya di Kejuaraan Dunia Wanita di New Delhi tahun lalu setelah ia gagal memenuhi kriteria kelayakan Asosiasi Tinju Internasional (IBA), yang melarang atlet dengan kromosom XY pria bertanding di nomor wanita.

Sermentara Lin Yu-ting kehilangan medali perunggunya di kompetisi yang sama, setelah ia juga gagal memenuhi kriteria. Sekarang kemenangan Khelif atas Carini kembali memicu perdebatan panas.

"Menjelang akhir Kejuaraan Dunia IBA pada tahun 2023, mereka tiba-tiba didiskualifikasi tanpa proses hukum apa pun. Menurut notulen IBA yang tersedia di situs web mereka, keputusan ini awalnya diambil semata-mata oleh Sekretaris Jenderal dan CEO IBA," demikian pernyataan resmi IOC dikutip dari Independent, Jumat (2/8/2024).

Baca Juga: Gregoria Mariska Akui Merasa Terbebani di Olimpiade Paris 2024

Beberapa cabang olahraga telah membatasi kadar testosteron yang diizinkan bagi atlet yang berkompetisi dalam kompetisi wanita, sementara yang lain melarang semua orang yang telah melalui masa pubertas pria. Diferensiasi Gangguan Seksual adalah sekelompok kondisi langka yang melibatkan gen, hormon, dan organ reproduksi.

Beberapa orang dengan DSD dibesarkan sebagai wanita tetapi memiliki kromosom seks XY dan kadar testosteron darah dalam kisaran pria. IOC mengatakan aturan kelayakan didasarkan pada Olimpiade Tokyo tahun 2021 dan tidak dapat diubah selama kompetisi.

"Agresi saat ini terhadap kedua atlet ini sepenuhnya didasarkan pada keputusan sewenang-wenang ini, yang diambil tanpa prosedur yang tepat, terutama mengingat bahwa para atlet ini telah berkompetisi dalam kompetisi tingkat atas selama bertahun-tahun. IOC bersedih atas pelecehan yang saat ini diterima kedua atlet tersebut. Setiap orang berhak untuk berlatih olahraga tanpa diskriminasi."
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IOC Jajaki Kemungkinan...
IOC Jajaki Kemungkinan Atlet Transgender Dilarang Ikut Cabang Olahraga Putri
Dihukum IOC, Kemenpora...
Dihukum IOC, Kemenpora Pastikan Indonesia Tetap Aktif di Panggung Olahraga Internasional
Sanksi untuk Indonesia...
Sanksi untuk Indonesia Tegaskan Standar Ganda IOC: Rusia Dicekal, Israel Dibela
7 Peristiwa Olahraga...
7 Peristiwa Olahraga Terpopuler 2024: Kemenangan Bersejarah Timnas Indonesia hingga Kontroversi Olimpiade!
Prestasi dan Karier...
Prestasi dan Karier Sertu Aprilio Manganang: Dari Atlet Voli Nasional hingga Jadi Prajurit TNI yang Menginspirasi
Peraih Medali Olimpiade...
Peraih Medali Olimpiade 2024 Dapat Puluhan Ribu Es Krim dan Freezer
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Waria: Kaum yang Mendapat...
Waria: Kaum yang Mendapat Laknat dalam Perspektif Agama
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Adu Sepakbola Menyerang
Frans Putros Cetak Sejarah,...
Bola Dunia
Frans Putros Cetak Sejarah, Pemain Aktif Pertama Persib Bandung yang Main di Piala Dunia!
Persita Tangerang Ditinggal...
Liga Indonesia
Persita Tangerang Ditinggal Kapten Muhammad Toha Usai 9 Tahun Mengabdi
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Berita Terkini
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved