Kesalahpahaman Status Imane Khelif, IOC: Dia Bukan Transgender!
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Namun menurut para ahli medis memang ada kasus wanita yang memiliki kromosom XY yang mampu melahirkan. Khelif bukanlah seorang trans (seperti yang salah diidentifikasi oleh beberapa orang), dan ia juga tampaknya tidak berusaha menyembunyikan kondisinya.
Ia telah diizinkan untuk bertanding selama sisa kariernya, termasuk di Olimpiade 2020, ketika ia kalah dari peraih medali emas Kellie Harrington. Namun Maret lalu, baik Khelif maupun Lin Yu-ting dari Taiwan dilarang mengikuti Kejuaraan Dunia 2023, acara yang diawasi oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA).
Baca Juga: Dihajar Petinju Transgender, Angela Carini Menyerah Takut Hidungnya Patah
Khelif mengajukan banding atas keputusan tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tetapi kemudian menarik diri, sehingga keputusan IBA menjadi final. Perlu dicatat bahwa IBA menolak menjawab pertanyaan tentang pengujian dan keputusannya.
Perlu dicatat juga bahwa sebelum putusan Khelif dan Yu-ting, IBA ditangguhkan pada 2019 oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) di tengah kegagalan organisasi dalam masalah tata kelola, keuangan, dan etika. Dalam beberapa bulan setelah Khelif dan Yu-ting didiskualifikasi dari kejuaraan dunia, IOC mencabut pengakuan IBA sepenuhnya.
Ia telah diizinkan untuk bertanding selama sisa kariernya, termasuk di Olimpiade 2020, ketika ia kalah dari peraih medali emas Kellie Harrington. Namun Maret lalu, baik Khelif maupun Lin Yu-ting dari Taiwan dilarang mengikuti Kejuaraan Dunia 2023, acara yang diawasi oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA).
Baca Juga: Dihajar Petinju Transgender, Angela Carini Menyerah Takut Hidungnya Patah
Khelif mengajukan banding atas keputusan tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tetapi kemudian menarik diri, sehingga keputusan IBA menjadi final. Perlu dicatat bahwa IBA menolak menjawab pertanyaan tentang pengujian dan keputusannya.
Perlu dicatat juga bahwa sebelum putusan Khelif dan Yu-ting, IBA ditangguhkan pada 2019 oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) di tengah kegagalan organisasi dalam masalah tata kelola, keuangan, dan etika. Dalam beberapa bulan setelah Khelif dan Yu-ting didiskualifikasi dari kejuaraan dunia, IOC mencabut pengakuan IBA sepenuhnya.
Lihat Juga :