Geger Petinju Transgender Guncang Ring Tinju Olimpiade Paris 2024
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 07:12 WIB
loading...
Geger Petinju Transgender Guncang Ring Tinju Olimpiade Paris 2024/The Sun
A
A
A
Geger petinju transgender guncang ring tinju wanita Olimpiade Paris 2024 memicu amarah publik tinju dunia. Kehebohan dimulai ketika petinju transgender Imane Khelif dari Aljazair menghajar rivalnya, Angela Carini, asal Italia dan memicu kemarahan dunia.
Setelah Imane Khelif, petinju transgender Lin Yu-Ting memicu kegaduhan kedua setelah memenangkan pertarungan di Olimpiade Paris 2024 saat lawannya meninggalkan ring sambil menangis. Lin Yu-Ting meraih kemenangan angka mutlak dalam pertandingan pembuka Olimpiade - tanpa kontroversi yang ekstrem akibat penghentian yang dilakukan oleh petinju Aljazair, Imane Khelif.
Baca Juga: Skandal Transgender di Cabor Tinju Olimpiade Paris 2024, IOC Membela Diri
Baik Lin maupun Khelif didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia tahun lalu di New Delhi setelah gagal dalam tes kelayakan gender - namun diberi lampu hijau oleh IOC untuk bertarung di Paris. Dan Khelif memicu perdebatan global ketika lawannya dari Italia, Angela Carini, berhenti setelah 46 detik pertandingan kelas welter.
Tidak ada pertarungan yang begitu mengerikan antara petinju kelas bulu berusia 28 tahun, Lin, dan Sitora Turdibekova dari Uzbekistan - meskipun Lin memenangkan ketiga ronde, dua di antaranya dengan angka mutlak - meskipun lawannya terlihat meninggalkan ring sambil menangis.
Lin telah dikalahkan 14 kali dalam kariernya dan hanya mencetak satu KO dalam 54 pertandingan. Seperti Khelif,
Setelah Imane Khelif, petinju transgender Lin Yu-Ting memicu kegaduhan kedua setelah memenangkan pertarungan di Olimpiade Paris 2024 saat lawannya meninggalkan ring sambil menangis. Lin Yu-Ting meraih kemenangan angka mutlak dalam pertandingan pembuka Olimpiade - tanpa kontroversi yang ekstrem akibat penghentian yang dilakukan oleh petinju Aljazair, Imane Khelif.
Baca Juga: Skandal Transgender di Cabor Tinju Olimpiade Paris 2024, IOC Membela Diri
Baik Lin maupun Khelif didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia tahun lalu di New Delhi setelah gagal dalam tes kelayakan gender - namun diberi lampu hijau oleh IOC untuk bertarung di Paris. Dan Khelif memicu perdebatan global ketika lawannya dari Italia, Angela Carini, berhenti setelah 46 detik pertandingan kelas welter.
Tidak ada pertarungan yang begitu mengerikan antara petinju kelas bulu berusia 28 tahun, Lin, dan Sitora Turdibekova dari Uzbekistan - meskipun Lin memenangkan ketiga ronde, dua di antaranya dengan angka mutlak - meskipun lawannya terlihat meninggalkan ring sambil menangis.
Lin telah dikalahkan 14 kali dalam kariernya dan hanya mencetak satu KO dalam 54 pertandingan. Seperti Khelif,
Lihat Juga :