alexametrics

Curhat The Daddies Hendra/Ahsan Jelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

loading...
Curhat The Daddies Hendra/Ahsan Jelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis
Curhat The Daddies Hendra/Ahsan Jelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis/BWF
A+ A-
JAKARTA - Dari semua unggulan atas ganda putra di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, tidak ada yang seperti Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jejak prestasinya. Duet The Daddies Hendra/Ahsan menjadi contoh ganda putra berprestasi meski beberapa kali berganti pasangan.

Setelah "bercerai" seusai Olimpiade Rio 2016 dan berganti pasangan, prestasi The Daddies tidak menurun. Bahkan, setelah "dikawinkan" lagi, prestasi juara dunia 2014 itu makin moncer (baca: cemerlang).

Tahun ini saja, mereka sudah meraih dua gelar plus empat kali runner-up. Gelar juara diraih di All England dan New Zealand Open. Empat runner-up di Indonesia Masters, Singapore Open, Indonesia Open dan Japan Open.Prestasi itu mengantarkan The Daddies Hendra/Ahsan menduduki peringkat 2 dunia dalam Rangking Dunia BWF.



Prestasi luar biasa bila mengingat usia The Daddies yang kini menginjak usia 30an. Hendra berusia 34 tahun dan Ahsan 31. Apalagi persaingan di ganda putra saat ini sangat ketat. Banyak ganda muda yang secara usia dan tenaga lebih kuat dari mereka.Kematangan mental bertanding dan jam terbang yang tinggi bisa menutupi kekurangan dari fisik.

Kematangan permainan Hendra/Ahsan akan kembali diuji dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss, yang akan dimulai 19 Agustus hingga 25 Agustus mendatang. Tahun ini, Hendra/Ahsan, berpeluang menciptakan rekor di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Jika juara, Hendra akan meraih trofi keempatnya, sedangkan Ahsan yang ketiga.’’Memenangi All England memberikan kami kepercayaan diri yang tinggi tapi Aku tidak berpikir kami akan memenangi Kejuaraan Dunia lagi,’’kata Hendra.

Setelah menjuarai All England, Hendra/Ahsan melaju ke perempat final Swiss Open dan Malaysia Open dan menjadi runner-up di Singapura Terbuka. Setelah itu, Hendra/Ahsan merebut gelar kedua tahun ini di Selandia Baru Terbuka.

Selanjutnya, Hendra/Ahsan menjadi runner-up Indonesia Terbuka dan Jepang Terbuka. Dalam dua Turnamen BWF World Tour Super 1000 dan Super 750 tersebut, Hendra/Ahsan harus mengakui kekunggulan juniornya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menjadi juara.

Ahsan mencurahkan isi hatinya dengan mengungkapkan jika saat ini kondisi fisik dan staminanya dengan Hendra sangat berbeda jauh ketika di masa jayanya. Karena itu, kata Ahsan, dia realistis dengan peluang di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019.

’’Kami tidak secepat sebelumnya,’’kata Ahsan.’’Kami tidak terlalu terbebani di Kejuaraan Dunia. Kami lebih baik fokus di setiap pertandingan. Ini tidak akan mudah bagi kami karena banyak pemain yang bagus.’’
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak