Coach Herli Girang Gregoria Mariska Sabet Medali Perunggu di Olimpiade Paris 2024
Senin, 05 Agustus 2024 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Herli sangat senang dengan prestasi yang dicapai Gregoria di Olimpiade 2024. Sebab, di pesta olahraga empat tahunan sebelumya yang berlangsung di Tokyo 2020, dia hanya mampu berada di babak 16 besar. Menurutnya, prestasi ini bisa diraih salah satunya berkat keseriusan PBSI dalam mempersiapkan timnya tampil di Paris.
"Tentunya puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yah, atas kehendaknya atas ridhonya juga, setelah sekian lama kita tidak dapat medali di tunggal putri sekarang Alhamdulillah Jorji bisa dapat medali perunggu," kata Herli dilansir dari rilis Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Gregoria Mariska: Medali Perunggu Bisa Jadi Inspirasi Atlet yang Belum Bertanding
"Ini juga berkat tim yang bagus, bukan karena saya sendiri, kalau saya lihat PBSI timnya sudah bagus, ada Tim Ad Hoc yang diisi oleh orang-orang yang kompeten di dalamnya, yang memang dibentuk oleh bapak Fadil, tujuannya untuk menjaga tradisi medali," tambahnya.
Prestasi tersebut juga membuat Gregoria melepas dahaga sektor tunggal putri bulu tangkis Indonesia yang sudah 16 tahun tak mendapat medali dari Olimpiade. Kali terakhir hal itu terjadi adalah ketika Maria Kristin membawa pulang medali perunggu dari Beijing 2008.
"Tentunya puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yah, atas kehendaknya atas ridhonya juga, setelah sekian lama kita tidak dapat medali di tunggal putri sekarang Alhamdulillah Jorji bisa dapat medali perunggu," kata Herli dilansir dari rilis Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Gregoria Mariska: Medali Perunggu Bisa Jadi Inspirasi Atlet yang Belum Bertanding
"Ini juga berkat tim yang bagus, bukan karena saya sendiri, kalau saya lihat PBSI timnya sudah bagus, ada Tim Ad Hoc yang diisi oleh orang-orang yang kompeten di dalamnya, yang memang dibentuk oleh bapak Fadil, tujuannya untuk menjaga tradisi medali," tambahnya.
Prestasi tersebut juga membuat Gregoria melepas dahaga sektor tunggal putri bulu tangkis Indonesia yang sudah 16 tahun tak mendapat medali dari Olimpiade. Kali terakhir hal itu terjadi adalah ketika Maria Kristin membawa pulang medali perunggu dari Beijing 2008.
Lihat Juga :