alexametrics

Liga Inggris 2019/2020

Ketika Lampard Ikuti Jejak Avram Grant dan Benitez

loading...
Ketika Lampard Ikuti Jejak Avram Grant dan Benitez
Frank Lampard masih menunggu kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea setelah ditahan imbang 1-1 melawan Leicester City di Stamford Bridge, Senin (19/8/2019) / Reuters
A+ A-
LONDON - Frank Lampard masih menunggu kemenangan pertamanya sebagai pelatih Chelsea setelah ditahan imbang 1-1 melawan Leicester City di Stamford Bridge, Senin (19/8/2019). Hasil minor ini setidaknya menyamai catatan Avram Grant dan Rafael Benitez.

Lampard mendapat sambutan hangat pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih Chelsea di Stamford Bridge. Namun suasana kemeriahan di stadion yang berkapasitas 40 ribu berubah setelah peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan.

Ini lantaran hasil imbang 1-1 yang membuat penggemar terpaksa menunda untuk merayakan kemenangan pertama Chelsea. Di sisi lain, Lampard menorehkan rapor merah sebagai pelatih permanen pertama Chelsea yang gagal memenangkan pertandingan kandang pertamanya di Liga Inggris sejak Avram Grant pada 2007.



Memainkan pertandingan di Stamford Bridge seperti menjadi momok yang menakutkan buat Lampard. Saat ia menjadi pemain Chelsea, ia juga gagal memberikan kemenangan pada pertandingan kandang pertamanya setelah ditahan imbang 1-1 melawan Newcastle United.

Meskipun statusnya sudah berbeda, tapi Lampard masih belum memberikan senyuman buat penggemar. Hal ini disebabkan lantaran hasil imbang 1-1 melawan Leicester. Ini tentunya sangat menyedihkan buat penggemar mengingat pria berusia 41 tahun itu dinilai sebagai legenda hidup Chelsea.

Namun, Lampard tak mampu membayar kepercayaan penggemar dengan baik. Dia malah mencatatkan serentetan hasil minor. Satu hal yang paling mencolok adalah dia tercatat sebagai pelatih pertama yang gagal mengamankan kemenangan dari tiga pertandingan pertamanya sejak Rafael Benitez pada musim 2012/2013.

Lampard sepertinya kehilangan seorang figur di Chelsea. Kepergian Eden Hazard dan sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap klub membuatnya kesulitan untuk mengelola ruang ganti.

Akibatnya, Lampard tidak punya pilihan selain bergantung pada pemain muda. Sementara pemain muda Chelsea masih dianggap belum layak untuk mengisi skuat utama.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak