Fadil Imran: PBSI Siap Santap Kritik dan Evaluasi dari Masyarakat Badminton Lovers
Minggu, 11 Agustus 2024 - 17:09 WIB
loading...
Muhammad Fadil Imran menegaskan PBSI terbuka terhadap kritik dan evaluasi yang diberikan oleh masyarakat pecinta bulutangkis alias badminton lovers Tanah Air / Foto: PBSI
A
A
A
Muhammad Fadil Imran menegaskan PBSI terbuka terhadap kritik dan evaluasi yang diberikan oleh masyarakat pecinta bulutangkis alias badminton lovers Tanah Air. Menurut Ketua Umum PP PBSI yang baru terpilih, hal itu akan diterima dengan kegembiraan oleh pihaknya.
"Kritik dan evaluasi adalah vitamin yang akan disantap setiap hari dengan penuh kesadaran dan kegembiraan oleh seluruh teman-teman Pengurus Pusat PBSI ke depan," kata Fadil dilansir dari rilis PBSI, Minggu (11/8/2024).
Sebagai informasi, Fadil secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum PP PBSI yang baru dalam Musyawarah Nasional (Munas) PBSI yang berlangsung pada 9-11 Agustus di Hotel Empire Palace, Surabaya, Sabtu (10/8/2024). Dia terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal yang maju.
Baca Juga: PBSI Tak Boleh Terpecah, Fadil Imran: Tidak Ada Lagi Kubu-kubuan!
Untuk menyusun kepengurusan, Fadil akan dibantu empat anggota formatur. Mereka adalah Alex Tirta (Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta), Yudanegara (DI Yogyakarta), Suharto (Bengkulu), dan Tonny Wahyudi (Jawa Timur).
"Kritik dan evaluasi adalah vitamin yang akan disantap setiap hari dengan penuh kesadaran dan kegembiraan oleh seluruh teman-teman Pengurus Pusat PBSI ke depan," kata Fadil dilansir dari rilis PBSI, Minggu (11/8/2024).
Sebagai informasi, Fadil secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum PP PBSI yang baru dalam Musyawarah Nasional (Munas) PBSI yang berlangsung pada 9-11 Agustus di Hotel Empire Palace, Surabaya, Sabtu (10/8/2024). Dia terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal yang maju.
Baca Juga: PBSI Tak Boleh Terpecah, Fadil Imran: Tidak Ada Lagi Kubu-kubuan!
Untuk menyusun kepengurusan, Fadil akan dibantu empat anggota formatur. Mereka adalah Alex Tirta (Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta), Yudanegara (DI Yogyakarta), Suharto (Bengkulu), dan Tonny Wahyudi (Jawa Timur).
Lihat Juga :