alexametrics

Di Tengah Polemik, PB Djarum Dapatkan 26 Pemain Potensial

loading...
Di Tengah Polemik, PB Djarum Dapatkan 26 Pemain Potensial
PB Djarum mendapatkan 26 pemain muda hasil audisi di Purwokerto. Foto : PB Djarum
A+ A-
PURWOKERTO - Di tengah polemik tudingan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) terhadap PB Djarum yang melakukan eksploitasi anak lewat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, PB Djarum berhasil menjaring 26 pemain muda berbakat. Mereka ini hasil seleksi yang dilakukan di GOR Satria, Purwokerto, Selasa (10/9/2019).

Seluruh peserta memastikan tiket untuk tampil pada final yang akan berlangsung di GOR Djarum Kudus, 20–22 Oktober mendatang. Ketua Tim Pencarian Bakat PB Djarum Christian Hadinata menilai ada peningkatan pada kualitas peserta dari Audisi Umum di Purwokerto.

Hal itu memang sudah diprediksi karena anak-anak dari Pulau Jawa selalu menunjukkan permainan terbaik. Namun, dia juga meminta kepada anak-anak yang lolos pada kategori U-11 dan U-13 ini tetap kembali berlatih sebelum berlaga di final nanti.



“Di Purwokerto itu bagus-bagus, meski masih banyak yang harus dibenahi dari ana-kanak. Apalagi, nanti final di kudus akan berkumpul semua pemain terbaik hasil audisi dan pasti jauh lebih berat,” kata Christian.

Mantan pebulu tangkis Indonesia itu memberikan alasan kenapa para peserta yang tampil di Purwokerto sangat baik. Bahkan, tim pencarian bakat PB Djarum sempat mengalami kesulitan sehingga memberikan 14 super tiket tambahan atau lebih banyak dari super tiket dari hasil babak turnamen (12 super tiket).

Salah satunya adalah semangat juang yang ditunjukkan anak-anak yang ingin menjadi atlet bulu tangkis. “Semangatnya luar biasa. Saya lihat banyak sekali yang sampai jatuh bangun, bola-bola susah berusaha mengambil, berusaha mengembalikan itu susah. Itu gambaran positif dari sisi mental itu mereka sudah ada.Semangat juangnya ada, bagus, tidak gampang menyerah,” ucap Christian.

Meski begitu, Koh Chris— begitu sapaannya—menilai semangat anak-anak ini bukan karena audisi umum ini menjadi yang terakhir. Menurutnya, para peserta hanya ingin menunjukkan permainan terbaik pada kesempatan tersebut.

“Saya harap ini bukan yang terakhir. Tapi, anak-anak tidak berpikir sejauh itu. Mereka berpikir untuk bisa ke final di Kudus,” ucapnya.
(Raikhul Amar)
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak