alexametrics

126 Wasit FORKI Ikuti Seleksi Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI

loading...
126 Wasit FORKI Ikuti Seleksi Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI
Para wasit tengah mengikuti seleksi guna memimpin Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI. Foto : Kabidpenum Puspen TNI
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 126 Wasit Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) mengikuti seleksi untuk memimpin kejuaraan nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VII tahun 2019. Kegiatan tersebut dilakukan di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dewan Wasit FORKI Hai Fendri Putih menyampaikan para peserta adalah wasit FORKI yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Mereka ini juga termasuk anggota TNI yang telah memenuhi syarat untuk mejadi wasit karate.

“Sebelum mengikuti ujian tertulis, mereka diberikan penyegaran teori tentang pengetahuan dan teknis perwasitan dalam memimpin pertandingan Karate. Mereka di rangking sesuai pengetahuannya dengan nilai minimum 70 dan akan diambil 84 orang yang terbaik untuk memimpin Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI ke-VII tahun 2019,” katanya dalam rilis yang diterima SINDONews.



“Sebanyak sebelas wasit Karate dari TNI-Polri yang sudah memenuhi syarat ikut dalam seleksi ini,” tambah Wakil Ketua Dewan Wasit FORKI.

Hai Fendri Putih juga menyampaikan seleksi para pelatih dari tiap-tiap Kontingen diberikan penyegaraan pengetahuan dan peraturan tentang kriteria penilaian wasit dalam pertandingan. “Tujuannya dengan diberikan pengetahuan tersebut maka para pelatih sudah paham apa yang diputuskan wasit, sehingga tidak banyak melakukan protes,” ucapnya.

Kejuaran Nasional Karate memperebutkan Piala Panglima TNI ke-VII 2019 akan dilaksanakan pada 13 sampai 16 September 2019 yang diselenggarakan kerja sama antara Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) dan PB FORKI.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak