Sepak Bola Bisa Buktikan Uang Bukan Segalanya
Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Sejak diambil alih Qatar Sports Investments, banyak uang dikeluarkan untuk membuat PSG menjadi kekuatan baru di Eropa. Sayang, kekuatan finansial yang mereka gunakan untuk mendatangkan beberapa pemain termahal dan terbaik di Eropa baru memperlihatkan hasil di kompetisi domestik.
PSG sukses menaklukkan sepak bola Prancis dengan mendapatkan semua gelar domestik yang diinginkan, tapi tidak untuk Liga Champions. Pertandingan final melawan Bayern bahkan baru pertama kali mereka rasakan sejak uang lebih dari 1,2 miliar euro digelontorkan. “Itu final pertama kami, sedangkan Bayern telah memainkan 11 pertandingan (final). Kami hanya perlu memperbaiki beberapa detail. Kami mencapai final dan memenangkan empat trofi (domestik), itu tidak buruk," kata Nasser. (Baca juga: Amien Rais Kritik Nadiem: Dunia Pendidikan Beda dengan Pergojekan)
Bukan hanya PSG yang gagal menaklukkan Eropa dengan gelontoran dana besar. Dari Liga Primer, tim seperti Manchester City juga masih belum pernah merasakan laga semifinal. Kehadiran petrodolar yang digelontorkan Abu Dhabi United Group, kendaraan investasi milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, belum membuahkan hasil di Eropa.
Mereka memang sudah mengumpulkan 13 gelar dari kompetisi domestik dengan rincian 4 trofi Liga Primer, 2 Piala FA, 5 Piala Liga, ditambah bonus 2 Community Shield, tapi selalu gagal di Liga Champions. Demi menaklukkan Eropa, mereka mendatangkan Pep Guardiola yang memiliki pengalaman banyak gelar bersama Barcelona dan Bayern. (Baca juga: Rusia Rilis Ledakan Tsar Bomba, Bom Nuklir Terkuat Sejagad)
Sayang, sampai musim 2019/2020, The Citizens tetap gagal bahkan untuk sekadar mencapai partai final. “Itulah kompetisi ini (Liga Champions), Anda harus sempurna. Kami menciptakan lebih banyak peluang, melakukan lebih banyak tembakan, kami melakukan segalanya, tapi sayangnya kami tersingkir lagi," kata Guardiola.
PSG sukses menaklukkan sepak bola Prancis dengan mendapatkan semua gelar domestik yang diinginkan, tapi tidak untuk Liga Champions. Pertandingan final melawan Bayern bahkan baru pertama kali mereka rasakan sejak uang lebih dari 1,2 miliar euro digelontorkan. “Itu final pertama kami, sedangkan Bayern telah memainkan 11 pertandingan (final). Kami hanya perlu memperbaiki beberapa detail. Kami mencapai final dan memenangkan empat trofi (domestik), itu tidak buruk," kata Nasser. (Baca juga: Amien Rais Kritik Nadiem: Dunia Pendidikan Beda dengan Pergojekan)
Bukan hanya PSG yang gagal menaklukkan Eropa dengan gelontoran dana besar. Dari Liga Primer, tim seperti Manchester City juga masih belum pernah merasakan laga semifinal. Kehadiran petrodolar yang digelontorkan Abu Dhabi United Group, kendaraan investasi milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, belum membuahkan hasil di Eropa.
Mereka memang sudah mengumpulkan 13 gelar dari kompetisi domestik dengan rincian 4 trofi Liga Primer, 2 Piala FA, 5 Piala Liga, ditambah bonus 2 Community Shield, tapi selalu gagal di Liga Champions. Demi menaklukkan Eropa, mereka mendatangkan Pep Guardiola yang memiliki pengalaman banyak gelar bersama Barcelona dan Bayern. (Baca juga: Rusia Rilis Ledakan Tsar Bomba, Bom Nuklir Terkuat Sejagad)
Sayang, sampai musim 2019/2020, The Citizens tetap gagal bahkan untuk sekadar mencapai partai final. “Itulah kompetisi ini (Liga Champions), Anda harus sempurna. Kami menciptakan lebih banyak peluang, melakukan lebih banyak tembakan, kami melakukan segalanya, tapi sayangnya kami tersingkir lagi," kata Guardiola.
Lihat Juga :