alexametrics

Kejuaraan Dunia Atletik IAAF 2019

Borong Tiga Emas di Hari terakhir, Amerika Serikat Juara Umum

loading...
Borong Tiga Emas di Hari terakhir, Amerika Serikat Juara Umum
Borong Tiga Emas di Hari terakhir, Amerika Serikat Juara Umum/IAAF
A+ A-
DOHA - Tiga medali emas yang diborong pada hari penutupan memantapkan Amerika Serikat menjadi juara umum Kejuaraan Atletik Dunia IAAF di Doha, Qatar. Tiga emas tambahan yang diraih Nia Ali dari lari 100 meter halang rintang, estafet 4x400m putra dan putri memperkuat posisi Amerika Serikat di puncak perolehan medali dengan 14 emas, 11 perak dan 4 perunggu dengan total 29 medali.

Nia Ali, peraih medali perak Rio 2016, memimpin Amerika Serikat meraih emas di nomor 100 meter halang rintang putri.Ali mencatat rekor pribadi terbaik dengan waktu 12,34 detik. Dalam acara final estafet 4x400 meter putra dan putri, pelari AS mendominasi di Kejuaraan ini, Amerika Serikat memenangkan emas 4x400m dalam 3 menit 18,92 detik. Di nomor penutup, emas 4x400m putra jatuh ke Amerika Serikat. Rai Benjamin yang menjadi pelari terakhir melesat pertama menyentuh dengan 2 menit 56,69 detik.
Kenya membuntuti di posisi kedua dengan menggaet 5 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Penampilan tanpa cacat Timothy Cheruiyot di nomor 1500 meter mengukuhkan Kenya di posisi kedua secara keseluruhan dengan total 11 medali. Dia meraih emas dengan waktu3 menit 29.26 detik.

Jamaika finis ketiga dengan tiga medali emas dan total 12 medali, satu peringkat di atas China, yang mengoleksi tiga gelar dan sembilan medali secara keseluruhan. Atlet Jerman, Malaika Mihambo menghasilkan lompatan terjauh tahun ini untuk membawa Jerman berada di posisi ketujuh dengan 2 medali emas. Malaika melakukan lompatan sejauh 7.30 meter dan merupakan yang ke-12 terbaik yang pernah ada.



Seperti Cheruiyot, atlet Uganda, Joshua Cheptegei meraih emas di nomor lari 10.000 meter. Pemain Uganda berusia 23 tahun, yang memenangkan gelar Commonwealth Games tahun lalu, menyentuh finis terdepan dengan waktu 26 menit 48.36 detik.

Itu adalah waktu terbaik kedua dalam sejarah Kejuaraan Dunia, setelah Kenenisa Bekele dari Ethiopia yang membuat waktu 26 menit 46,31detik yang dibuat di di Berlin, Jerman, 10 tahun yang lalu.

Granada, membuat kejutan meraih emas dari lempar lembing putra melalui Anderson Peters. Peraih medali perunggu Commonwealth Games yang berusia 21 tahun mencatat lemparan sejauh 86,89 di kesempatan keempat. "Ini adalah momen yang hebat bagiku," kata Peters. "Sekarang aku menantikan Tokyo 2020," lanjutnya.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak