alexametrics

Chris Smalling Curhat Pernah Kerja Paruh Waktu di Hotel

loading...
Chris Smalling Curhat Pernah Kerja Paruh Waktu di Hotel
Chris Smalling menjadi tembok baru di lini belakang AS Roma. Bermain di Serie A Italia menjadi hal baru bagi pemain pinjaman dari Manchester United itu. Foto: AS Roma
A+ A-
ROMA - Chris Smalling menjadi tembok baru di lini belakang AS Roma. Bermain di Serie A Italia menjadi hal baru bagi pemain pinjaman dari Manchester United itu.

"Saya seperti belajar lagi di sini dan itu membuat saya senang," kata Chris Smalling.

Pindah ke Italia, Smalling membawa keluarganya, sang istri Sam Cooke dan anaknya, Leo Asher.



Smalling memang tak ingin jauh dari keluarga. Dia ingin dekat dengan anaknya dan mengamati perkembangan hidup Leo, hal yang tak didapatnya saat kecil.

Bek keturunan Jamaika itu ditinggal sang ayah, Lloyd, saat baru berusia 5 tahun. Lahir di London, Smalling bersama ibu, Theresa, dan saudaranya lantas pindah ke Kent sepeninggal sang ayah.

"Kepergian ayah membuat kami memutuskan untuk meninggalkan London dan menjalani hal baru," tutur pemain kelahiran 22 November 1989 itu.

"Saya memang tak punya banyak kenangan akan sosok ayah. Namun, saya punya banyak foto dia di rumah dan hal itu menginspirasi saya," ujarnya lagi.

Saat itu, keluarga Smalling hidup jauh dari kata berkecukupan. Sampai-sampai, dia kerap terlambat datang latihan bersama Lordswood lantaran hanya bisa berjalan kaki karena tak punya uang untuk naik bus.

Saat remaja, Smalling juga melakukan kerja sambilan di hotel. Dia menjadi pelayan paruh waktu demi membantu kehidupan keluarganya.

Hebatnya, meski sambil bekerja paruh waktu, Smalling juga terus menempa ilmu sepak bola. Dia juga mendalami pendidikan travel dan pariwisata untuk menunjang pekerjaan paruh waktunya.

"Saya berjuang keras agar bisa membahagiakan ibu dan mendiang ayah saya," kata bek 29 tahun itu dalam sebuah wawancara.

"Setiap akan bertanding, saya selalu melihat foto-foto itu karena mengingatkan bahwa waktu itu sangat berharga dan tak boleh disia-siakan," ucap pemain yang pernah berlibur ke Indonesia itu.

Apabila sang ayah menjadi sosok yang menginspirasi, Theresa menjadi sumber kekuatan Smalling untuk selalu bekerja keras. Dia tak ingin ibunya bahagia melihat dirinya sukses.

"Ibu selalu mencoba melakukan hal terbaik bagi anak-anaknya. Saya ingin membuat hidup dia menyenangkan," kata Smalling.

"Saya akan berusaha semampu saya untuk membahagiakan dia karena jasanya membesarkan saya dan saudara saya," ucap eks pemain Fulham itu.

Berbekal postur tubuh dan inteligensi tinggi, Smalling bisa menyelesaikan pendidikannya. Usia 16 tahun, dia lantas bergabung dengan Maldstone United dan tampil gemilang hingga sejumlah klub tertarik merekrutnya.

Perjuangan keras itulah yang menempa Smalling hingga menjadi pemain tangguh dan bek kokoh seperti sekarang ini. Mentalitas dia sudah teruji dengan asam garam kehidupan.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak