alexametrics

Kiki Bertens Panaskan Persaingan Grup Merah Usai Libas Barty

loading...
Kiki Bertens Panaskan Persaingan Grup Merah Usai Libas Barty
Kiki Bertens Panaskan Persaingan Grup Merah Usai Libas Barty/WTA
A+ A-
SHENZHEN - Mundurnya Naomi Osaka menjadi berkah bagi Kiki Bertens di Final WTA 2019. Petenis Belanda itu menjaga peluang lolos ke semifinal setelah melibas unggulan pertama, Ashleigh Barty melalui rubber set 3-6, 6-3, 6-4 dalam dua jam dan sembilan menit.

Kemenangan itu membuat persaingan di Grup Merah sangat ketat. Siapa yang akan lolos ke semifinal dari Grup merah akan ditentukan di laga terakhir Kamis besok. Bertens menjadi pemain pengganti di menit terakhir setelah unggulan ketiga Naomi Osaka menarik diri dari turnamen karena cedera bahu. "Ketika pertandingan berlanjut, saya merasa lebih baik dan lebih baik," kata Bertens seusai pertandingan.

Dia tidak menyangka akan dipanggil untuk bertanding menggantikan Osaka. Dalam Rangking Race To Shenzhen, Bertens finis di posisi sembilan. Dengan mundurnya Osaka, dia otomatis naik.



Dalam laga menentukan di Grup Merah lainnya, Belinda Bencic menjaga peluangnya lolos ke semifinal. Petenis Swiss itu memetik kemenangan pertama setelah menaklukkan Petra Kvitova di laga kedua di Grup Merah, dengan skor 6-3, 1-6, 6-4.

"Melawan Kvitova, kamu tidak pernah memiliki apa pun di tanganmu. Kamu juga berdiri di lapangan dan berharap dia kadang-kadang ketinggalan," kata Bencic setelah pertandingan.

Kendati kalah dua kali, Kvitova masih berpeluang lolos ke semifinal. Itu setelah mundurnya Naomi Osaka karena cedera bahu. Sehingga kekalahan Kvitova dari Osaka di laga pertama tidak diperhitungkan. Barty dan Kvitova yang sama-sama menelan sekali kekalahan, akan berduel hidup dan mati untuk mendapatkan tiket semifinal. Di laga seru lainnya, Bencic akan menghadapi Kiki Bertens yang menggantikan Osaka.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak