Perbedaan Sepak Bola Vietnam dan Korea Selatan
Jum'at, 13 September 2024 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Biodata Ibunda Mees Hilgers, Linda Tombeng Asli Orang Manado
Di Korea, ketika seorang pemain melakukan kesalahan, pelatih akan menunjukkan kesalahan tersebut di depan seluruh tim. Pelatih Park menyarankan agar Kim Sang-sik tidak boleh melakukan hal yang sama saat menangani Vietnam.
"Mengkritik pemain secara kasar di depan seluruh tim terkadang bisa menjadi kontraproduktif dan membuat seluruh tim merasa tidak nyaman. Park menyarankan saya untuk meluangkan waktu berbicara secara pribadi dengan para siswa. Pada saat itu, semua masalah akan terselesaikan dan para pemain akan belajar dengan sangat cepat."
Di bawah asuhan pelatih Park Hang-seo, tim U23 dan juga timnas Vietnam selalu bersatu dan bermain dengan penuh determinasi. Itulah rahasianya untuk turut menciptakan prestasi bersejarah seperti runner-up Asia U23 2018, juara Piala AFF 2018, peraih medali emas SEA Games 2 kali (2019 dan 2022) atau mencapai babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022.
Dengan mengambil pelajaran dari pendahulunya, pelatih Kim Sang-sik juga berusaha membangun tim serupa untuk mencapai tujuan yang sama seperti sepak bola Vietnam.
Di Korea, ketika seorang pemain melakukan kesalahan, pelatih akan menunjukkan kesalahan tersebut di depan seluruh tim. Pelatih Park menyarankan agar Kim Sang-sik tidak boleh melakukan hal yang sama saat menangani Vietnam.
"Mengkritik pemain secara kasar di depan seluruh tim terkadang bisa menjadi kontraproduktif dan membuat seluruh tim merasa tidak nyaman. Park menyarankan saya untuk meluangkan waktu berbicara secara pribadi dengan para siswa. Pada saat itu, semua masalah akan terselesaikan dan para pemain akan belajar dengan sangat cepat."
Di bawah asuhan pelatih Park Hang-seo, tim U23 dan juga timnas Vietnam selalu bersatu dan bermain dengan penuh determinasi. Itulah rahasianya untuk turut menciptakan prestasi bersejarah seperti runner-up Asia U23 2018, juara Piala AFF 2018, peraih medali emas SEA Games 2 kali (2019 dan 2022) atau mencapai babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022.
Dengan mengambil pelajaran dari pendahulunya, pelatih Kim Sang-sik juga berusaha membangun tim serupa untuk mencapai tujuan yang sama seperti sepak bola Vietnam.
(yov)
Lihat Juga :