alexametrics

PB FORKI Gelar Pra-Pon Papua 2020

loading...
PB FORKI Gelar Pra-Pon Papua 2020
Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) bekerja sama dengan Pengurus Forki Provinsi DKI Jakarta (Forkl DKI) akan menggelar Kejuaraan Nasional Karate Pra-Kualifikasi PON (Pra-PON) 2019. Foto : SINDOnews/Raikhul Amar
A+ A-
JAKARTA - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) bekerja sama dengan Pengurus Forki Provinsi DKI Jakarta (Forkl DKI) akan menggelar Kejuaraan Nasional Karate Pra-Kualifikasi PON (Pra-PON) 2019 di Hall Basket, Gelora Bung Senayan, Jakarta, 4-6 November ini. Langkah ini sebagai seleksi karateka terbaik yang akan tampIl DI Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua.

Sebanyak 32 Pengurus provinsi Forki akan ikut ambil bagian pada Kejurnas Pra-PON 2019 tersebut. Setiap daerah hanya boleh mengirimkan satu atlet untuk nomor perseorangan dan satu regu untuk nomor beregu. Tercatat ada 410 atlet akan berebut tiket menuju PON 2020 Papua. Mereka terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forki Raja Sapta Ervian mengatakan PB Forki dan DKI selaku tuan rumah sudah mempersiapkan dengan sematang matangnya untuk menyambut seluruh peserta dari Indonesia di turnamen ini. Apalagi, ini juga untuk menyeleksi atlet atlet daerah untuk mewakilkan daerahnya di PON 2020 nanti.



"Dari hasil Pra-PON ini, akan diambil peringkat delapan terbaik. Yang lolos ini mereka yang berhak memakili daerah masing-masing di PON 2020," ujar Ervian. "Ajang ini nanti juga akan diikuti oleh atlet pelatnas Indonesia sebagai rangkaian pemanasan jelang SEA Games 2019 Filipina," sambungnya.

Adapun kategori nomor dan kelas yang dipertandingkan adalah nomor kata dan kumite. Untuk nomor kata, karateka yang berhak ikut Kejuaraan Pra-PON adalah karateka yang Iahir pada 1990 hingga 2003. Mereka akan tampil di nomor kata perorangan putra dan putri, serta kata beregu putra dan putri.

Sementara untuk kategori kumite, karateka yang berhak ikut ambil bagian dalam event ini adalah karateka yang Iahir pada 1993 hingga 2001. Mereka akan bermain di 11 nomor individual putra dan putri.

Kategori kumite putra yang akan dipertandingkan terdiri dari enam ke|as, yakni kumite -55 kg. kumite -60 kg, kumite -67 kg, kumite -75 kg, kumite -84 kg, dan kumite +84 kg. Sementara untuk kumite putri terdiri atas S ke|as, yakni kumite -50 kg, kumite -55 kg, kumite -61 kg, kumite -68 kg, dan kumite +68 kg.

Sebelum itu, Panitia Kejuaraan Pra-PON juga menggelar penataran wasit dan juri nasional 2019 di Ruang Rimbawan, Manggala Wanabhakti, Kementerian Lingkungan Hidup, 31 Oktober - 3 November. Tercatat ada 803 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah.

"Diantaranya peserta 409 wasit untuk Komite, 155 pada Kata, renewal pembaruan sertifikat 114 orang, dan calon wasit 105 orang. Tujuan adanya program ini untuk pemerataan wasit di seluruh Indonesia. Karena kualitas wasit kurang merata sampai saat ini, karena masih tertumpu pada kota-kota besar," ucap Ketua Dewan Wasit PB Forki Haifendri Putih.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak