alexametrics

Ini Penyebab Start Buruk Griezmann di Barcelona

loading...
Ini Penyebab Start Buruk Griezmann di Barcelona
Kontroversi mengikuti langkah kepindahan Antoine Griezmann ke Barcelona/Foto/Reuters
A+ A-
BARCELONA - Kontroversi mengikuti langkah kepindahan Antoine Griezmann ke Barcelona. Seperti Philippe Coutinho, penyerang asal Prancis itu pun mengawali debutnya di Camp Nou dengan kurang meyakinkan, dengan hanya mencetak empat gol dalam 15 pertandingan. Apa yang terjadi pada Griezmann?

Griezmann begitu trengginas di klub sebelumnya, Atletico Madrid, dan timnas Prancis. Pada musim pertama di Atletico, Griezmann mencetak 22 gol dalam 37 laga.(Baca juga: Barcelona Cemas Griezmann Jadi 'Coutinho Baru').Menurut L'Equipe, start buruk Griezmann di Camp Nou dimulai pada 2018, ketika dia membuat video untuk mengungkapkan bahwa dia menolak ke Barcelona dan tetap di Atletico Madrid.

Tentu saja hal itu membuat marah banyak pendukung Blaugrana, dan beberapa pemain utama Barca. Griezmann belum dapat melewati masalah ini dan mencoba masuk ke dalam hati mereka.



Sebaliknya, penampilan Griezmann dalam tiga bulan awal di Barcelona jauh dari apa yang terlihat dengan Atletico dan dengan tim nasional Prancis.

Untuk alasan ini, surat kabar Prancis L'Equipe telah melakukan analisis mendalam tentang awal yang mengecewakan di Barcelona. L'Equipe ​​menunjuk langsung pada hubungannya yang buruk dengan Lionel Messi dan posisi perannya di bawah instruksi Pelatih Ernesto Valverde.

"Setelah mengatakan 'tidak' ke Barcelona pada 2018, Griezmann tahu bahwa hubungannya dengan Messi akan diamati, dibedah, dan ditafsirkan setiap saat," tulis L'Equipe dilansir Marca.

Bahkan pemain itu sendiri telah mengakui hal itu dan hubungannnya dengan Messi, "kami jarang berbicara dalam latihan."

Di sisi lain, ada masalah juga antara statsunya di lapangan dan cara Barcelona bermain, yang sangat bertolak belakang dengan apa yang biasa dia lakukan dengan Atletico dan Prancis, di mana Greizmann merupakan pemain bintang di sektor serangan.

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, percaya bahwa Griezmann akan tampil bagus di Barcelona.

"Sekarang dia harus menemukan tempatnya di sistem, dan itu filosofi yang berbeda dengan yang dia pahami di Atletico Madrid, tetapi dia sangat cerdas," kata Deschamps.

Jelas bahwa Griezmann akan mubazir jika bekerja di sayap kiri; dia bukan seorang pemain sayap out-and-out, kualitas terbaiknya juga tidak melebar dan memasukkan umpan silang ke dalam kotak.

Namun, posisi idealnya ditempati Lionel Messi dan dengan demikian, tampaknya mustahil bagi Griezmann untuk berkembang di sektor kiri.

Satu-satunya solusi bagi Valverde adalah mengadaptasi sistem 4-3-3 yang terkenal untuk mengakomodasi Griezmann yang diikat dengan mahar 120 juta euro (Rp1,8 triliun).
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak