alexametrics

MotoGP 2019

Hashtag #ThankYouJorge Tembus Peringkat 3 Besar di Twitter

loading...
Hashtag #ThankYouJorge Tembus Peringkat 3 Besar di Twitter
Hashtag #ThankYouJorge berhasil menembus posisi dua di media sosial Twitter. Kemunculan tagar tersebut lantaran Jorge Lorenzo telah mengakhiri balapan terakhirnya di Grand Prix Valencia, Minggu (17/11/2019) malam WIB / Dok. Repsol Honda
A+ A-
JAKARTA - Hashtag #ThankYouJorge berhasil menembus posisi tiga di media sosial Twitter. Kemunculan tagar tersebut lantaran Jorge Lorenzo telah mengakhiri balapan terakhirnya di Grand Prix Valencia, Minggu (17/11/2019) malam WIB.

Jorge Lorenzo menutup kariernya sebagai pembalap dengan menyentuh finis ke-13 pada balapan pemungkas MotoGP 2019 di Grand Prix Valencia, Minggu (17/11/2019) malam WIB. Ada empat momen emosional yang dirasakan pembalap berjuluk X-Fuera.
The legends line up to wish @lorenzo99 well!

Good luck from Alberto Puig and @maxbiaggi!#ThankYouJorge | #ValenciaGPpic.twitter.com/3xzHA6NNUm



— MotoGP™(@MotoGP) November 17, 2019

Pertama, perbincangan hangat Alberto Puig sebelum balapan dimulai di Sirkuit Ricardo Tormo. Kedua, kemunculan papan bertuliskan #ThankYouJorge saat pembalap asal Spanyol itu melewati garis finis.
???? @lorenzo99 crosses the line to bring to a close his 297th and final Grand Prix race ????

An 18 year career that defines what it means to be a champion#ThankYouJorge | #ValenciaGPpic.twitter.com/Krf2yhoj2K

— MotoGP™(@MotoGP) November 17, 2019

Ketiga, Lorenzo menancapkan bendera 'Lorenzo Land' di lintasan sepanjang 4,0 km, yang pernah ditaklukannya sebanyak empat kali (2010, 2013, 2015 dan 2016). Keempat, pelukan hangat Puig di garasi Lorenzo pasca balapan.
For one last time, MotoGP is Lorenzo Land#ThankYouJorge pic.twitter.com/qmXYM54rnl

— MotoGP on BT Sport (@btsportmotogp) November 17, 2019

Secara keseluruhan, Lorenzo mengakhiri kariernya sebagai pembalap dengan total 297 kali grand prix. Selama kariernya dia berhasil mengantongi gelar juara dunia di dua kelas berbeda, yakni 2006-2007 (250cc), MotoGP (2010, 2012, dan 2015).
Namun, jika melihat perjalanan kariernya, ini merupakan musim terburuk Lorenzo selama turun di kelas utama MotoGP. Pasalnya, dia hanya mampu mengantongi 28 poin dari 19 putaran musim ini.
(bbk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak