alexametrics

SEA Games 2019

Berharap Ulang Sukses SEA Games 2005

loading...
Berharap Ulang Sukses SEA Games 2005
Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian (tengah) berfoto bersama timnas karate seusai pelepasan tim di Hotel Century Jakarta, Selasa (3/12). Foto: SINDOnews/M Ridwan
A+ A-
JAKARTA - Tim nasional karate Indonesia diharapkan bisa membawa pulang 5 medali emas pada perhelatan SEA Games 2019 Manila, Filipina. Prestasi itu sama dengan yang diperoleh timnas pada SEA Games 2005 di Manila. Timnas akan bertolak ke Manila pada Kamis (5/12/2019), dan akan menjalani pertandingan di WTC Mal, Manila, pada 7-9 Desember mendatang.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB Forki) Raja Sapta Ervian optimistis, timnas karate mampu berbuat banyak pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut. Apalagi, mereka sudah cukup lama mempersiapkan diri, termasuk mengikuti berbagai ajang uji coba baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Kami mohon doanya untuk seluruh masyarakat Indonesia agar karate bisa memberikan kontribusi terbaik di Manila. Semoga saja karate Indonesia bisa membawa pulang 5 medali emas ke Tanah Air," ujar Sekjen PB Forki, Raja Sapta Ervian saat melepas timnas karate SEA Games di Hotel Century Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Berharap Ulang Sukses SEA Games 2005

Dalam ajang empat tahunan ini, Indonesia mengirimkan 17 karateka putra putri terbaik hasil seleksi di berbagai event. Untuk nomor putra ada Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perseorangan), Andi Dasril Dwi Darmawan, Andi Tomy Aditya Mardana, dan Albiadi (kata beregu), Ari Saputra (kumite -55 kg), Rifky Ardiansyah Arrosyiid (-60 kg putra), Tebing Hutapea (-67 kg), Sandy Firmansyah (-75 kg putra), serta Daniel Hutapea (+75 kg putra).Sementara di nomor putri ada Krisda Putri Aprilia (kata perseorangan), Dian Monika Nababan, Anugerah Nurul Lucky, dan Emilia Sri Hanandyta (kata beregu), Maya Sheva (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (-55 kg), Tri Winarni (-61 kg), serta Ceyco Georgia Zefanya (+61 kg). Mereka bertolak ke Manila di bawah pimpinan Manajer Pelatnas Djafar Djantang dan kepala Pelatih Abdullah Kadir.



Menurut Djafar, para karateka sudah siap secara fisik dan mental untuk berebut yang terbaik di Manila. Karena itu, dia juga optimistis Indonesia bisa berbuat banyak pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut.

“Berdasarkan hitung-hitungan matematis, kita memang berpeluang meraih lima medali emas: tiga di kumite dan dua di kata. Namun, banyak faktor non teknis yang bisa saja muncul di ajang seperti SEA Games. Jadi, kami menilai minimal kita bisa mendapatkan dua emas, dan maksimal 5 emas,” ujar Djafar dan Kepala Pelatih Abdullah Kadir.

Sejauh ini, hasil perolehan medali emas tim karate Indonesia termasuk bagus. Dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, misalnya, Indonesia mampu mengoleksi 3 medali emas lewat Cok Istri, Iwan Bidu Sirait, dan Srunita Sari. Posisi Indonesia sendiri ada di peringkat 3 di bawah Malaysia dan Vietnam. Kehadiran Cok Istri pada event kali ini tentunya diharapkan bisa mengulang prestasi emasnya dua tahun lalu.

Sementara pada SEA Games 2015 Singapura, karate tidak dipertandingkan pada ajang itu. Sedangkan di Myanmar 2013, Indonesia hanya meraih 2 medali emas lewat Jintar Simanjuntak dan Umar Syarief.

Indonesia meraih puncaknya saat merebut 10 medali emas pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang. Sementara saat SEA Games Manila 2005, tim Merah Putih juga menempati peringkat pertama dengan mengoleksi 5 medali emas. Prestasi inilah yang mungkin diharapkan tim Indonesia pada perhelatan SEA Games 2019 Manila.

“Kami memang ingin mengulang prestasi 2005 di Manila. Semoga saja kami mampu mewujudkan itu,” ujar Pelatih Donny Dharmawan yang pada SEA Games 2005 mengantarkan satu medali emas di nomor kumite beregu putra.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak